
Tim Sekolah Vokasi Undip raih juara 3 di ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia

Semarang (ANTARA) - Tim Mahasiswa Sewu Lawang Electric Vehicle (EV) Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang meraih Juara 3 kategori Endurance dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2026.
General manajer tim, Ardelian Adityas Saputra di Semarang, Selasa, mengatakan tim yang beranggotakan 18 mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik tersebut membutuhkan waktu sekitar enam bulan.
Menurut dia, selama enam bulan masa pengembangan, seluruh anggota tim berkolaborasi dalam berbagai tahapan, mulai dari perancangan konsep, pembuatan rangka dan komponen, pengembangan sistem kelistrikan dan kontrol hingga proses perakitan dan pengujian kendaraan.
Ia menuturkan kendaraan bertenaga listrik bernama Sewu Lawang EV tersebut dirancang dengan fokus pada efisiensi energi dan ketahanan performa agar mampu bertahan menempuh jarak uji dalam waktu panjang tanpa kehilangan konsistensi tenaga.
Ia mengatakan pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja sama seluruh anggota tim yang telah berjuang bersama sejak tahap awal pembangunan kendaraan.
"Mengembangkan mobil listrik dari nol dalam waktu enam bulan menjadi pengalaman berharga, sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu teknik yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata," katanya.
Kompetisi Mobil Listrik Indonesia yang digelar di Politeknik Negeri Bandung tersebut merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan tim-tim mobil listrik karya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kompetisi ini mempertandingkan sejumlah kategori uji performa, di antaranya akselerasi, pengereman, slalom, daya tanjak, dan kategori yang menguji daya tahan kendaraan secara menyeluruh, mulai dari efisiensi energi hingga konsistensi performa sepanjang lintasan.
Baca juga: Sekolah Vokasi kelas dunia bukan sekadar diakui dunia
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
