Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) setempat menggelar rapat mitigasi bencana untuk mempercepat pemulihan Desa Tempur, Kecamatan Keling dari dampak longsor yang mengakibatkan jalan utama terputus dan desa lain terdampak.
"Rapat hari ini (12/1) digelar sebagai tindak lanjut atas bencana alam yang berdampak, terutama Desa Tempur di Kecamatan Keling, selain pula kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan, dan Kembang," kata Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto di sela-sela rapat bersama forkopimda setempat di Jepara, Senin.
Ia mengatakan Desa Tempur menjadi fokus utama penanganan karena mengalami dampak terbesar.
Pemerintah Kabupaten Jepara juga menyiapkan stok kebutuhan makanan untuk masyarakat terdampak hingga 10 hari ke depan.
Hal lain yang menjadi perhatian, yakni pembersihan badan jalan yang tertutup material longsor. Dalam waktu tiga hari diharapkan masalah tersebut teratasi.
"Sebanyak tiga unit ekskavator direncanakan akan segera diturunkan ke lokasi untuk membersihkan pohon-pohon yang menghambat aliran sungai," ujarnya.
Terkait dengan kondisi di Sungai Gelis Tempur, katanya, saat ini arus air dilaporkan masih deras sehingga alat berat belum dapat diturunkan sepenuhnya.
Sebagai solusi teknis, rencana penanganan mencakup pengalihan aliran sungai serta pembuatan jalan baru pada badan jalan yang hilang sepanjang kurang lebih 4,5 meter, mengingat pelebaran jalan belum dapat dilakukan karena risiko longsor susulan.
Dia mengatakan kerusakan infrastruktur jembatan juga menjadi perhatian serius karena jembatan penghubung Ngethuk-Karangnongko dilaporkan hilang dengan perkiraan panjang 30 meter.
Untuk jembatan sebelum lokasi "Ndank Ngopi" yang putus, pengukuran belum dapat dilakukan, karena dilakukan pengecekan keamanan terlebih dahulu untuk mengantisipasi runtuhan kembali.
"Hal ini akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPR. Harapannya dapat segera dilakukan," ujarnya.
Genangan banjir juga terjadi di areal persawahan di Batukali yang tercatat 100 hektare lahan terendam air, sedangkan di area Tanggul Kali Sengon sawah terdampak mencapai 50 hektare.
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menekankan pentingnya langkah penanganan berjenjang mulai dari tindakan segera, jangka pendek, hingga jangka panjang.
Dalam rapat tersebut terungkap penggunaan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk menangani bencana secara cepat. Penggunaan anggaran akan difokuskan pada kegiatan yang paling prioritas.
Dalam rapat tersebut juga disepakati perlunya penetapan satu komando atau penanggung jawab utama agar penanganan bencana berjalan terpadu sehingga efektif dan berdampak bagi korban bencana.

