Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memanfaatkan lahan terdampak rob seluas 530,29 hektare (ha) menjadi lahan pertanian tanaman padi jenis Biosalin 1 dan Biosalin 2 sebagai upaya mendukung pencapaian swasembada beras dan menyokong ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro di Batang, Senin, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan metode yang tepat sebagai solusi penanganan lahan terdampak rob untuk mendukung penambahan luas lahan tanam dan produksi.
"Kami sudah melakukan uji coba padi jenis Biosalin di Kelurahan Kasepuhan seluas 1 hektare. Oleh karena itu, rencananya uji coba tanam padi ini akan disebarluaskan ke lahan petani terdampak rob," katanya.
Menurut dia, perluasan lahan terdampak rob untuk lahan pertanian ini didukung oleh Badan Perakitan Modernisasi Pertanian dan Badan Riset Inovasi Nasional.
Saat ini proyek percontohan atau demplot penanaman padi varietas Biosalin 1 dan Bisosalin 2 seluas satu hektare telah disiapkan seperti di wilayah Klidang Lor dan Karangasem Utara.
"Sebelum terdampak rob, lahan tersebut mampu menghasilkan panen hingga 10 ton gabah per hektare. Jika capaian panennya nanti bisa 50 persen, akan menggembirakan bagi petani dan mendukung swasembada beras," katanya.
Ia berharap teknologi benih ini dapat menjadi titik balik bagi para petani pesisir untuk meningkatkan produksi padi.
"Melalui demplot Biosalin ini, kami berharap hasil panen bisa meningkat kembali yang rencananya dipanen Maret 2026. Pada tahun 2025, target produksi padi dipatok mencapai 177.319 ton gabah kering giling (GKG)," katanya.

