Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3165/Kpts/SR.120/7/2011 tanggal 4 Juli 2011 tentang Pelepasan Varietas Baru Gogo Aromatik (Inpago Unsoed-1) oleh Rektor Unsoed Prof Edy Yuwono Ph.D kepada anggota tim peneliti, Prof Dr Ir Suwarto MS, di Graha Widyatama Unsoed Purwokerto, Selasa.
Selain itu, Rektor juga menyerahkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Nomor 00163/PPVT/S/2012 dengan nama padi gogo aromatik Inpago JSPGA 136 kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsoed, Prof Ir Totok Agung Dwi Haryanto MP Ph.D.
Dalam hal ini, Suwarto dan Totok Agung Dwi Haryanto merupakan tim peneliti padi gogo dari Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto.
Saat ditemui usai peluncuran, Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan, SK Menteri Pertanian maupun Sertifikat Hak PVT terkait varietas padi gogo aromatik ini mendorong universitas untuk segera membuat aturan main mengenai bagaimana komersialisasi dan promosi temuan-temuan teknologi yang dimiliki oleh Unsoed.
"Dengan kata lain, temuan yang memiliki hak kekayaan intelektual bisa menjadi nilai tambah bagi universitas, tetapi harus didukung dengan aturan main yang jelas mengenai berapa nilai royalti yang akan diperoleh ketika temuan tersebut telah dikomersialisasikan," katanya.
Menurut dia, saat ini telah ada sebuah perusahaan yang berminat untuk memproduksi benih padi gogo aromatik tersebut secara massal.
"Saat ini (perusahaan tersebut) sedang uji coba seluas tiga hektare di Pulau Bulan," katanya.

