Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan komitmennya menanamkan nilai-nilai Pancasila terhadap pelajar sejak usia dini sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
"Berbagai kegiatan yang menghadirkan para pelajar akan kami manfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, termasuk hari ini peringatan Hari Lahir Pancasila dengan menghadirkan para pelajar, maupun kegiatan lain yang melibatkan pelajar," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri ditemui usai upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Senin.
Melalui upacara ini, kata dia, menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai ideologi bangsa dan memperkuat komitmen kebangsaan.
Selain itu, imbuh dia, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pandangan hidup dan pemersatu bangsa dalam keberagaman.
Apalagi, imbuh dia, generasi muda kita merupakan generasi penerus bangsa, sehingga harus dipersiapkan dengan baik sebagai generasi berkualitas dan berakhlak.
"Jangan sampai generasi muda di Kudus justru memiliki kebiasaan buruk, seperti balap liar yang belum lama ini terjaring razia oleh Polres Kudus. Wabup Kudus juga ikut hadir dalam razia tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas," ujarnya.
Wabup Kudus Bellinda Putri mengakui dari ratusan orang yang terjaring razia balap liar pada Minggu (1/6) dini hari, banyak usia pelajar.
"Bahkan, ada yang anak usia kelas VI sekolah dasar (SD) yang ikut terjaring sehingga perlu ada upaya agar tidak ada lagi balap liar di Kudus," ujarnya.
Selain membahayakan diri sendiri, kata dia, aksi balap liar juga mengancam keselamatan orang lain, mengganggu ketertiban masyarakat, serta melanggar aturan lalu lintas.
Ia berharap nantinya ada efek jera untuk pemuda yang terlibat balap liar. Termasuk upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila yang berfungsi sebagai pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara sejak usia dini.
"Di dalamnya tentu ada edukasi tentang gotong-royong, menghormati perbedaan, toleransi, dan bersikap santun serta nilai-nilai positif lainnya yang bisa menjadi penuntun dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," ujarnya.

