Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengusulkan tanaman buah parijoto serta tanaman buah alpukat sebagai tanaman khas asli Kabupaten Kudus ke Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.
"Terkait hal itu, kami sudah mengajukan permohonan observasi varietas unggul daerah, yakni tanaman buah alpukat muria dan parijoto ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Jateng," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto di Kudus.
Melalui Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Jateng, dia berharap, bantuannya untuk melaksanakan observasi kedua verietas unggulan di Kabupaten Kudus tersebut.
Kedua komoditas unggulan di Kabupaten Kudus tersebut, kata dia, merupakan yang kedua setelah sebelumnya mengajukan hal yang sama untuk komoditas duku sumber yang juga tanaman buah asli Kudus.
Pengajuan untuk tanaman duku sumber, kata dia, sudah sejak tahun 2018, mengingat ada pengecekan ke lapangan saat musim panen.
Sementara untuk buah parijoto, dia optimistis, bisa berlangsung lebih cepat karena tanaman tersebut hampir berbuah sepanjang tahun sehingga ketika ada tim verifikasi tidak perlu menunggu lama karena sudah ada tanaman yang sudah berbuah.
Pendaftaran varietas unggulan daerah ke Kementerian Pertanian tersebut, dalam rangka menjaga plasma nutfah dan kekayaan lokal unggulan daerah yang ada di Kabupaten Kudus sehingga nantinya bisa melakukan pembibitannya setelah mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pertanian tersebut.
"Syarat untuk bisa mendaftarkan varietas lokal, salah satunya terdapat tanaman indukan. Beruntung sudah kami menemukan tanaman parijoto dengan usia tanaman 100-an tahun," ujarnya.
Untuk memudahkan tim verifikasi mendatangi tanaman tersebut, maka dipilih tanaman yang usianya berkisar 20-an tahun di Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Komoditas tersebut, kata dia, tidak hanya di Desa Japan, melainkan ditemukan pula di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dan Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Sementara tanaman alpukat, kata dia, yang didaftarkan merupakan alpukat aligator karena buahnya cukup besar dan tidak seperti di pasaran pada umumnya.

