Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Jepara usulkan pemerintah pusat normalisasi sungai penyebab banjir

Senin, 19 Januari 2026 19:16 WIB
Image Print
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama jajaran meninjau lokasi banjir di Desa Sowan Kidul dan Desa Tegalsambi, Jepara, Senin (19/1/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai yang menjadi penyebab banjir di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, dan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan.

"Salah satu sungai yang perlu segera dinormalisasi, yakni Sungai Jratun Kaligawe yang sejak 25 tahun terakhir belum pernah dilakukan pengerukan," kata Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar saat meninjau lokasi banjir di Desa Sowan Kidul dan Tegalsambi di Jepara, Senin.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait dengan usulan normalisasi itu.

Peninjauan tersebut untuk melihat langsung dampak cuaca ekstrem berupa intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jepara selama sepekan terakhir dan mengakibatkan genangan air di sejumlah permukiman warga.

Selain faktor belum dinormalisasi sungai, dia menyebut, banjir juga dipicu curah hujan tinggi yang membuat sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke permukiman.

Kondisi tersebut diperparah oleh topografi Jepara yang menjadi muara sejumlah sungai besar, sehingga turut menerima banjir kiriman dari daerah lain.

Sebagai langkah penanganan sementara, Pemkab Jepara mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan penyedotan air menggunakan pompa.

"Alhamdulillah ini sudah berangsur surut. Semalam ketinggian mencapai 70 centimeter (cm), sekarang turun menjadi 30 sampai 40 cm. Semoga segera membaik," ujarnya.

Banjir di Desa Sowan Kidul merendam sekitar 240 rumah yang dihuni kurang lebih 950 jiwa.

Untuk penanganan darurat, Pemkab Jepara menyalurkan bantuan makanan tiga kali sehari kepada warga terdampak bencana.

Di Desa Tegalsambi, Hajar menemukan sekitar 20 hektare lahan persawahan terendam banjir. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, kondisi banjir di wilayah tersebut sudah mulai surut dan terkendali.

Untuk mencegah genangan kembali terjadi, ia mengajak masyarakat setempat untuk melakukan kerja bakti dan bergotong royong memperbaiki tanggul serta saluran air di sekitar area persawahan.




Baca juga: BNPB pastikan maksimal tangani bencana hidrometeorologi di Jateng secara maksimal



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026