
Pemkab Kudus gelar program pertukaran pelajar untuk hilangkan kesenjangan

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah melaksanakan program pertukaran pelajar antar-sekolah negeri dan swasta tingkat SD dan SMP, sebagai sarana siswa memperoleh pengalaman, memperluas wawasan, mengenal perbedaan budaya, kebiasaan, dan iklim belajar di sekolah lain.
"Pertukaran pelajar ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan suasana belajar yang berbeda. Tidak hanya kegiatan akademik, para siswa juga mengikuti berbagai aktivitas non-akademik, seperti kegiatan keagamaan dan olahraga," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris ditemui setelah meresmikan kegiatan pertukaran pelajar yang dipusatkan di SMP 1 Kudus, Senin.
Nantinya, kata dia, para pelajar juga mendapatkan pengalaman baru, ada wawasan, budaya, keilmuan, dan kebiasaan. Selain itu, ada program mengaji maupun olahraga di sekolah yang dituju.
Ia berharap pengalaman tersebut nantinya bisa ditularkan kepada teman-temannya ketika kembali ke sekolah asal.
Menurut dia, program tersebut akan dievaluasi setelah pelaksanaan perdana untuk mengukur tingkat keberhasilan dan manfaat yang dirasakan siswa. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan keberlanjutan program ke depan dengan dukungan semua pihak.
Tujuan utama pertukaran pelajar tersebut, kata dia, untuk menghilangkan kesenjangan atau stigma antara sekolah negeri dan swasta. Dengan saling bertukar siswa, diharapkan masing-masing sekolah dapat mencontoh keunggulan dan kebiasaan positif satu sama lain.
"Sekolah negeri bisa meniru yang swasta, dan sebaliknya. Saling tukar keilmuan, kebiasaan, keunggulan, serta nuansa iklim sekolah, sehingga tidak ada lagi kesenjangan," ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, PGRI, para kepala sekolah, guru, orang tua, serta siswa yang telah mendukung program ini.
Menurut dia, antusiasme siswa terlihat dari rasa senang mereka saat merasakan lingkungan dan teman baru.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho menambahkan pertukaran pelajar ini dilaksanakan selama sepekan melibatkan 272 siswa dari 32 SMP negeri dan swasta, serta 20 SD negeri dan swasta. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi untuk melihat dampak positifnya terhadap proses belajar dan perkembangan siswa.
"Untuk tingkat SMP, masing-masing sekolah mengirim enam siswa, sedangkan tingkat SD mengirim empat siswa sebagai perwakilan," ujarnya.
Salah satu peserta, M. Agha Mifazullubahd, siswa SD 7 Gondosari mengaku siap mengikuti pertukaran pelajar dengan SD 2 Besito selama sepekan.
Apalagi, kata dia, orang tuanya juga mendukung penuh program tersebut, termasuk siap melakukan antar jemput selama dirinya mengikuti pertukaran pelajar di SD 2 Besito.
"Saya juga sudah siap menghadapi teman baru dan pengajar baru," ujarnya.
Kepala SD 7 Gondosari Erwanti mengatakan empat siswa yang dipilih untuk mengikuti pertukaran pelajar telah mendapatkan persetujuan dari orang tua masing-masing, termasuk kesiapan antar jemput siswa.
Baca juga: Polres Kudus dan SDM Polda berikan penyembuhan trauma warga terdampak banjir
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
