
DPRD Batang menilai kondisi SPPG Pecalungan perlu dibenahi sesuai standar BGN

Batang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menilai kondisi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pecalungan perlu melakukan pembenahan agar bisa memenuhi standar yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Batang Tofani Dwi Arianto di Batang, Selasa, mengatakan dari hasil pengecekan lapangan lokasi SPPG masih berada di dekat peternakan ayam, sehingga menyebabkan banyak lalat di luar maupun dalam bangunan, serta beberapa sarana dan prasarana yang tidak sesuai standar BGN.
"Dari hasil pengecekan, kita menemukan lalat di dalam bangunan SPPG, termasuk di bagian dapur untuk memasak. Meskipun saat itu sedang tidak ada proses memasak menu makanan," katanya.
Kemudian dari hasil pengecekan lainnya, kata dia, juga menemukan bagian lantai dapur hanya dicat menggunakan cat biasa bukan epoksi, seperti yang ada dalam petunjuk teknis BGN.
"Sepertinya lantai dapur hanya dicat menggunakan cat genteng atau cat biasa lainnya, bahkan sudah banyak bagian yang pudar sehingga terlihat bagian lantainya. Ini tentunya tidak sesuai ketentuan," ujarnya.
Pihaknya juga menemukan bagian drainase atau saluran pembuangan yang berada di dapur hanya menggunakan plesteran biasa.
"Kalau dari peninjauan beberapa SPPG lain, bagian drainase ini harusnya menggunakan bahan stainless, tetapi ini hanya memakai plesteran biasa. Ini tentunya aneh, kok bisa mendapat rekomendasi untuk buka," katanya.
Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Korwil Kabupaten Batang Puji Lestari mengatakan melihat kondisi yang ada memang masih perlu banyak dilakukan pembenahan pada beberapa bagian dari SPPG Pecalungan.
Sementara itu Koordinator SPPI Kecamatan Pecalungan Deni Sanjaya mengungkapkan keberadaan kandang atau peternakan ayam lebih dulu dibangun dibanding SPPG.
Yayasan Titian Kasih Magelang sebagai pemilik SPPG juga sebelumnya sudah melakukan survei beberapa kali terkait lahan sebelum dibangun.
"Waktu itu kandang tertutup terpal hitam, jadi tidak kelihatan. Mungkin juga karena pemiliknya bukan orang asli sini, sehingga tidak tahu jika lokasi SPPG berada di dekat lokasi kandang ayam," katanya.
Baca juga: SPPG Mandiri Batang tarik 133 porsi MBG akibat daging diduga bermasalah
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
