Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang bersama DPRD menyepakati kerja sama Kota Kembar dengan Zhijiang

Kamis, 30 April 2026 09:28 WIB
Image Print
Wakil Bupati Batang Suyono bersama Ketua DORD Kabupaten Batang Suudi pada acara kesepakatan kerja sama Kota Kembar Sister City dengan Zhijiang, China di Batang, nelum lama ini. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang bersama DPRD setempat menyepakati kerja sama Sister City (Kota Kembar) dengan Kota Zhijiang, Provinsi Hubei, China yang nantinya diharapkan dapat membuka peluang investasi dan memperluas jejaring internasional secara konkret.

Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Kamis, mengatakan bahwa kerja sama Kota Kembar ini sebagai langkah strategis yang memadukan kekuatan ekonomi dan budaya kedua daerah.

"Kami optimistis konsep Kota Kembar ini akan melahirkan kolaborasi produktif demi kemajuan masing-masing wilayah. Budaya dua negara yang berbeda justru akan bersatu menjadi kekuatan ekonomi sehingga kolaborasinya harus menghasilkan kemajuan nyata," katanya.

Terkait kuota tenaga kerja lokal, ia menegaskan porsi 70 persen untuk warga daerah dinilai mencukupi dan akan diatur sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

"Kemitraan Kota Kembar ini dirancang untuk berdampak langsung pada pertumbuhan industri, perluasan lapangan kerja, serta pertukaran budaya dan pendidikan," katanya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batang Kukuh Fajar Rhomadhon mengatakan kerja sama ini sejalan dengan menguatnya hubungan bilateral Indonesia-China dan didukung program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang memperkuat rantai pasok industri kedua negara.

Dampak investasi, kata dia, mulai terlihat nyata dengan masuknya perusahaan Allmed Medical melalui PT Ace Medical Products Indonesia dengan nilai investasi Rp1,6 triliun hingga Rp1,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 3.500 orang.

"Ke depan, kolaborasi dengan Kota Zhijiang akan diprioritaskan pada sektor industri ramah lingkungan, riset dan pertukaran pelajar, pengembangan UMKM, serta promosi pariwisata dan budaya," katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026