
Pemkab Batang temukan tiga sapi diduga asal Jatim terindikasi PMK

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menemukan tiga sapi yang diduga berasal dari Jawa Timur terindikasi gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro di Batang, Selasa, mengatakan bahwa sebagai langkah antisipasi, pihaknya merekomendasikan agar hewan yang dicurigai sakit dipisahkan dari ternak sehat dan harus menjalani perawatan intensif.
"Kami merekomendasikan hewan ternak tersebut tidak dijual untuk kurban tahun ini hingga benar-benar sudah pulih," katanya.
Menurut dia, meski kasus penyakit mulut dan kuku serta penyakit kulit menular pada hewan ternak menunjukkan tren penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya tetapi pengawasan tetap difokuskan pada dua penyakit tersebut.
Sebanyak 21 petugas yang tersebar di seluruh kecamatan, kata dia, dikerahkan untuk untuk mempercepat proses pemeriksaan serta menjangkau seluruh lokasi penjualan hewan kurban.
Ia berharap pemeriksaan intensif ini mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
"Kami memperkirakan jumlah hewan kurban pada tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025 jumlah sapi kurban mencapai sekitar 1.500 ekor sedangkan kambing sekitar 4 ribu," katanya.
Pedagang hewan kurban Angga (28) mengatakan upaya yang dilakukan pemkab ini akan membantu pedagang memastikan kualitas dan kesehatan ternak yang dijual.
"Kalau saya merespons positif karena ini bagus untuk koreksi dan evaluasi usaha. Kambing yang dijual kan umur dan kualitasnya beragam, jadi pemeriksaan seperti ini membuat pembeli juga lebih yakin," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
