Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang intensifkan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban cegah PMK

Senin, 25 Mei 2026 20:47 WIB
Image Print
Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batabf sedang memeriksa kesehatan hewan kurban di Batang, Senin (29/5/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai mengintensifkan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban sebagai upaya mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro di Batang, Senin, mengatakan bahwa pihaknya mulai memantau dan memeriksa kesehatan hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah ke kantong tempat penjualan hewan kurban.

"Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, kami terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesehatan hewan kurban agar aman dikonsumsi dan mencegah penyakit pada ternak itu," katanya.

Menurut dia, langkah ini menyasar tidak hanya pada kandang-kandang pengepul tetapi juga pedagang musiman yang berjualan di pinggir jalan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat sehat, layak untuk ibadah kurban, serta terbebas dari berbagai penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

Ia yang didampingi Pejabat Otoritas Veteriner Ambar Puspitaningsih mengatakan bahwa pihaknya telah bergerak melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak sejak dua pekan terakhir ini.

Wilayah yang menjadi prioritas pemeriksaan kesehatan hewan ternak, kata dia, meliputi kandang-kandang kolektor hingga lapak-lapak hewan kurban di berbagai kecamatan.

"Pemeriksaan mencakup status kesehatan hewan dan kelayakannya. Kami cermati apakah sapi sudah memenuhi syarat umur (poel) atau belum, serta apakah terdapat indikasi penyakit," katanya.

Menurut dia, pihaknya bersama paramedis hewan tingkat kecamatan telah menjalankan inspeksi di 15 kecamatan sebagai upaya mencegah sebaran hewan ternak yang tidak sehat.

Sejumlah kandang yang dinyatakan memenuhi standar telah mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai bukti kelayakan.

"Kami sudah berkeliling ke 15 titik kecamatan, fokus pada kandang penyedia hewan kurban. Kini giliran lapak-lapak pinggir jalan yang mulai marak untuk lokasi berjualan hewan ternak kurban," katanya.



Baca juga: Pemkab Batang jaga kelestarian seni pertunjukan tradisional ketoprak melalui pergelaran seni



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026