Cuaca membaik, lelang ikan di TPI Pekalongan melimpah

id Lelang ikan. Pekalongan,melimpah

Cuaca membaik, lelang ikan di TPI Pekalongan melimpah

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid saat meninjau lelang ikan di TPI Kota Pekalongan. Selama dua hari terakhir ini ketersediaan ikan di TPI melimpah. (Foto Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Jumlah ikan yang dilelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terus melimpah selama dua hari terakhir  seiring membaiknya kondisi cuaca di perairan Laut Jawa dan kembalinya para nelayan ke daratan setelah beberapa bulan melaut.

Kepala TPI Kota Pekalongan Mochtar Sanusi di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa aktivitas lelang ikan di TPI sempat agak sepi sejak Juli 2019 hingga pekan pertama Agustus 2019 karena memburuknya kondisi cuaca di perairan.

"Namun, memasuki pertengahan Agustus 2019, aktivitas lelang ikan mulai ramai, bahkan pada Senin (19/8) dan Selasa (20/8) produksi ikan mampu mencapai 42 ton ikan atau senilai sekitar Rp600 juta," katanya.

Kendati produksi ikan cukup melimpah, kata dia, harga ikan masih tetap stabil, seperti lemuru bertahan Rp8 ribu per kilogram, banyar Rp25 ribu per kilogram, layang Rp14 ribu/ kilogram, dan tongkol mencapai Rp16 ribu/ kilogram.

Baca juga: Nelayan Pekalongan antre lelang hasil tangkapan ikan

"Dengan melimpahnya produksi lelang ikan ini, kami optimistis target pendapatan asli daerah dari sektor TPI sebesar Rp5,6 miliar akan tercapai," katanya.

Wakil Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini, hasil tangkapan ikan nelayan yang dilelang di TPI cukup melimpah.

Melimpahnya hasil tangkapan ikan ini, kata dia, banyak para bakul ikan dari luar daerah datang ke TPI untuk mengikuti proses lelang ikan.

"Alhamdulillah aktivitas lelang ikan di TPI ramai, bahkan ada 5 kapal fisher yang berlabuh di TPI, 2 kapal di antaranya yang baru dibongkar," katanya.

Baca juga: Nelayan Juana Pati pilih melelang ikannya di TPI Pekalongan
Baca juga: BKIPM Semarang tebar 50.000 benih ikan di Rawa Pening
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar