Temanggung (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah membangun jalan darurat di akses utama warga desa yang terputus longsor yakni di Dusun Seseh, Desa Ngadisepi, Gemawang.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Temanggung Khamim Gunardi di Temanggung, Kamis, menyampaikan upaya ini dilakukan agar ratusan warga dari tiga desa yang terisolasi kembali beraktivitas untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Ia menyampaikan, dengan menerjunkan satu unit alat berat DPUPR Kabupaten Temanggung membangun jalan darurat sepanjang 450 meter dan lebar 3,5 meter agar ratusan warga dari tiga desa yakni Desa Gemawang, Ngadisepi dan Kemiriombo di Kecamatan Gemawang yang terisolasi kembali beraktivitas.
"Sejak jalan terputus akibat longsor pada Jumat kemarin, untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan hingga kebutuhan ekonomi sehari-hari warga harus memutar sejauh 14 kilo meter," katanya.
Ia mengatakan, setelah selesai dibuat jalur kemudian akan dipadatkan menggunakan pasir dan batu, untuk selanjutnya dilakukan pengaspalan.
"Kami usahakan ada saluran air, agar air tidak meluap lagi ke area yang kemarin longsor, dari lebar 3,5 meter diharapkan yang melalui adalah kendaraan ringan saja atau sepeda motor, kemarin kesepakatan dari tiga Desa Gemawang, Kemiriombo dan Ngadisepi yang penting sepeda motor bisa lewat dan anak sekolah pulang pergi dengan jarak dekat," katanya.
Berdasarkan kajian BPBD Kabupaten Temanggung, Kecamatan Gemawang berada dalam zona rawan bencana tanah longsor dan banjir, untuk itu kepada masyarakat agar tetap waspada karena curah hujan tiba-tiba berubah ekstrem.

