Semarang (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Prof Dr Nizar, MAg menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) pada upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/1).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian, kecakapan, kedisiplinan, dan keteladanan dalam bekerja untuk negara.
Satyalencana Karya Satya diberikan kepada 30 dosen dan tenaga kependidikan yang sudah mengabdi selama lebih dari 10, 15, dan 20 tahun.
Upacara tersebut dilaksanakan di Lapangan Gedung KH Saleh Darat, Rektorat UIN Walisongo, dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Nizar juga bertindak sebagai inspektur upacara dan memimpin jalannya upacara dengan khidmat. Dalam amanatnya, Prof Nizar membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar.M.A. Menag menyampaikan rasa syukur atas eksistensi Kementerian Agama yang telah melintasi perjalanan sejarah bangsa selama delapan dekade.
“Kementerian Agama terus berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai serta membuka jalan terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” demikian kutipan sambutan Menag.
Menag menegaskan Kementerian Agama hadir sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Peran tersebut kini semakin luas, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama menjadi solusi atas persoalan bangsa.
Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama mengusung semangat Kemenag Berdampak melalui transformasi digital layanan keagamaan yang lebih transparan, cepat, dan dekat dengan masyarakat.
Selain itu, penguatan ekonomi umat dilakukan melalui pemberdayaan pesantren serta optimalisasi zakat, wakaf, infak, sedekah, dan berbagai dana sosial keagamaan lintas iman.
Di bidang pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas melalui inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana sehingga mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.
Menag juga menyoroti tantangan era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). ASN Kementerian Agama diharapkan mampu beradaptasi dan berperan aktif mengisi ruang digital dengan konten keagamaan yang moderat, mencerahkan, dan berlandaskan nilai kemanusiaan.
“AI harus dikawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” tegasnya.
Sesuai tema HAB ke-80, Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju, Menag mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang lincah, adaptif, dan berintegritas dalam melayani umat

