
Udinus Semarang menerapkan ijazah berbasis blockchain cegah pemalsuan

Semarang (ANTARA) - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menerapkan sistem ijazah 100 persen berbasis blockchain untuk menjamin keamanan dan keaslian dokumen kelulusan tersebut.
"Implementasi ini bertujuan untuk memastikan keaslian ijazah, mencegah pemalsuan, hingga memudahkan verifikasi di skala global," kata Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono, di Semarang, Jumat.
Ia menjelaskan penandatanganan kerja sama antara Udinus dengan Dubai Blockchain Center dan IBC serta Sealbound UAE telah dilakukan beberapa waktu lalu.
Kemudian, dilakukan peresmian Indonesia Blockchain Center (IBC) Chapter Udinus, sebagai pusat studi dan pengembangan teknologi blockchain di Jawa Tengah.
"Melalui kolaborasi global ini, Kami siap menjadi pusat pengembangan blockchain dan pencetak talenta digital berstandar internasional," katanya.
Blockchain adalah teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger) yang aman, transparan, dan terdesentralisasi untuk mencatat transaksi atau data secara permanen tanpa perantara.
Data disimpan dalam blok-blok yang saling terhubung (rantai) secara kronologis, di mana setiap blok memiliki kode unik (hash) yang membuatnya hampir mustahil untuk dimanipulasi atau diubah.
Selain digunakan untuk mata uang kripto (seperti Bitcoin), teknologi blockchain juga diterapkan dalam manajemen rantai pasok (supply chain), pelacakan aset, sistem identitas digital, hingga pemungutan suara elektronik.
Menurut dia, keberadaan fasilitas IBC menjawab tantangan di era digital, yang menyebabkan risiko pemalsuan terhadap dokumen semakin tinggi.
Dengan teknologi blockchain, kata dia, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekedar lembaran kertas saja, tapi terdapat rekam jejak digital yang transparan, aman, dan tidak dapat diubah.
Pusat studi blockchain pertama di Jawa Tengah tersebut berlokasi di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus, didukung oleh 30 trainer bersertifikat dari Indonesia Blockchain Center dan Dubai Blockchain Center.
Para trainer bersertifikat internasional dan telah mengikuti kegiatan Training for Trainers (ToT) di Udinus Bersama narasumber yang berafiliasi dengan Dubai Blockchain Center, diantaranya Ms. Moussa Alshhehi dari Sealbound dan Mr. Chantal Donelan dari NEXSTOX.
Sementara itu, Perwakilan IBC Hambali menyebutkan Udinus sebagai "role model" nasional dalam memanfaatkan teknologi.
Bersama Dubai Blockchain Center, IBC juga memberikan penghargaan kepada Rektor Udinus atas kepemimpinannya dalam mendorong transformasi digital dan pengembangan blockchain di pendidikan tinggi.
"Udinus akan menjadi contoh bagi kampus lain dalam penggunaan blockchain untuk pendidikan, sertifikasi, dan sistem antifraud," katanya.
Dengan langkah tersebut, Udinus tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menjamin keamanan masa depan karir mereka melalui ijazah yang terpercaya dan diakui secara global.
Baca juga: Universitas Dian Nuswantoro Semarang kukuhkan tiga guru besar
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
