
Wamenekraf: Industri gim saat ini jadi mesin pertumbuhan baru ekraf

Semarang (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar menyebutkan industri gim saat ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi kreatif (ekraf).
"Indonesia jangan lagi menjadi pengikut dan hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi 'leader' di luar sana dan menjadi kreator," Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar di Semarang, Kamis.
Hal tersebut disampaikannya saat meresmikan "Dinusverse", yakni inovasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berupa platform pembelajaran berbasis virtual world dan immersive learning yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman kampus digital generasi masa depan.
Masih berkaitan dengan industri gim, katanya, pasar yang tumbuh dari industri itu tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia.
Data platform Roblox menunjukkan sepanjang Maret 2024 hingga 2025, platform tersebut menyalurkan satu miliar dolar AS kepada para kreator di seluruh dunia.
Ia mengapresiasi Dinusverse sebagai inovasi yang dilakukan Udinus dalam menghadirkan pendekatan pendidikan berbasis teknologi "immersive" dan "virtual ecosystem".
Menurut dia, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dalam industri kreatif digital, tetapi harus mampu menjadi kreator dan pemimpin di tingkat global.
Melalui Dinusverse karya Udinus, ia berharap mahasiswa Indonesia mampu masuk dan bersaing di pasar industri gim global.
"Karena integrasi teknologi virtual world dalam pendidikan dinilai menciptakan peluang besar untuk memperkuat talenta kreatif nasional di era ekonomi digital," katanya.
Rektor Udinus Prof Dr Pulung Nurtantio Andono menjelaskan bahwa inovasi tersebut dibangun menggunakan platform Roblox yang memungkinkan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan kampus.
Seperti, menjelajahi lingkungan kampus, mengikuti kelas virtual, berinteraksi dalam komunitas, hingga mengembangkan proyek inovatif.
“Dinusverse merupakan bagian dari pengembangan next generation learning experience platform yang kami bangun bersama mahasiswa lintas disiplin, mulai dari DKV, animasi, hingga Informatika," katanya.
Platform tersebut memanfaatkan pendekatan gim bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang lebih menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan karakter generasi digital saat ini.
Ia menambahkan bahwa Dinusverse dikembangkan sebagai ruang pembelajaran imersif yang memungkinkan aktivitas perkuliahan, interaksi komunitas, hingga sistem penghargaan mahasiswa dilakukan dalam ekosistem virtual berbasis teknologi.
Peresmian Dinusverse berlangsung di kampus Udinus Semarang, bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV Indonesia) 2026 yang menunjuk Udinus sebagai tuan rumah.
Baca juga: Kejurnas tenis junior Tugu Muda Cup kembali digelar Kota Semarang
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
