
Pratama Arhan resmi sandang gelar sarjana manajemen

Semarang (ANTARA) - Pesepakbola Pratama Arhan resmi menyandang gelar sarjana manajemen setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.
Arhan, didampingi keluarga saat prosesi upacara wisuda ke-87 Udinus di Semarang , Rabu, yang merupakan angkatan pertama penerima ijazah berbasis teknologi blockchain, sebuah inovasi yang menjamin keamanan dan keaslian dokumen kelulusan.
Sebagai perwakilan wisudawan, ua menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan penuh dari Udinus selama perjalanan studinya sejak tahun 2020.
"Saya menjadi bukti nyata bahwa Udinus memberikan fleksibilitas serta beasiswa yang memungkinkan saya menyeimbangkan karier sepak bola profesional dengan pendidikan tinggi," katanya.
Dalam suasana haru, ia turut mengucapkan terima kasih kepada keluarga, khususnya kepada ibu serta almarhum ayah yang terus membimbingnya hingga berada di titik ini.
"Reputasi Udinus sebagai kampus unggul membangkitkan kepercayaan diri saya untuk bersaing di masa depan. Saya sangat bangga dan berencana melanjutkan studi S-2 di Ilmu Komunikasi Udinus," katanya.
Rektor Udinus Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono memberikan semangat kepada para lulusan untuk terus melangkah maju demi masa depan bangsa.
Menurut dia, ijazah hanyalah pintu pembuka, sedangkan karakter serta integritas diri yang akan menuntun seberapa jauh alumni Udinus dapat melangkah di dunia profesional.
"Dunia kerja tidak selalu menanyakan IPK kalian, tetapi melihat sejauh mana kalian membawa manfaat bagi masyarakat. Sebab dunia membutuhkan orang-orang yang berani bermimpi dan bekerja keras," katanya.
Ia juga memperkenalkan fasilitas pelayanan terbaru Udinus, yaitu Lifelong Learning Center yang dirancang sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan bagi semua lulusan beralmamater Udinus.
"Melalui program ini, kami akan membimbing alumni untuk meningkatkan keterampilan mereka serta memperkuat kompetensi yang dibutuhkan industri sesuai masanya. Hal ini merupakan komitmen Udinus untuk tidak meninggalkan alumninya begitu saja setelah diwisuda," katanya.
Terkait ijazah blockchain, ia menegaskan bahwa Udinus merupakan pelopor di Indonesia dalam mengambil langkah menuju masa depan pendidikan yang lebih aman, transparan, dan terpercaya.
"Dengan teknologi ini, setiap ijazah lulusan Udinus memiliki sistem verifikasi digital yang tidak dapat dimanipulasi. Dengan demikian, keaslian ijazah lulusan kami akan terverifikasi secara global," katanya.
Sementara itu, Igor Arkhypenko selaku Chief Information Officer Dubai Blockchain Center menyatakan bahwa itu merupakan momen perdana teknologi blockchain diimplementasikan oleh universitas untuk keperluan ijazah.
"Banyak orang mengira blockchain hanya berkaitan dengan sektor finansial atau mata uang kripto. Namun, ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menunjukkan bahwa blockchain dapat diterapkan pada area penting seperti dokumen dan verifikasi keaslian ijazah," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
