Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa UMS ciptakan Virtual Lab Cyber Security

Jumat, 23 Januari 2026 20:12 WIB
Image Print
Bayu Fedra Melakukan Presentasi Hasil Penelitiannya di Black Hat Europe, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Bayu Fedra berhasil menciptakan Virtual Lab Cyber Security.

Ia juga menjadi satu-satunya mahasiswa UMS yang berhasil mengikuti Black Hat Europe di London, Inggris, 8-11 Desember 2025. Black Hat Europe merupakan konferensi internasional yang menjadi rujukan utama bagi praktisi dan perusahaan-perusahaan keamanan siber dunia.

Proposal hasil karyanya di sesi Black hat Arsenal yang mengangkat Most Basic Penetration Testing Lab (MBPTL) berhasil lolos seleksi di antara ribuan proposal lainnya. Dalam konferensi ini, Fedra mempresentasikan sebuah inovasi yang dibuat untuk memperkenalkan platform atau virtual lab pembelajaran cyber security secara komprehensif.

Fedra telah berkecimpung dalam teknologi informasi sejak tahun 2015. Inovasinya lahir dari keresahannya terhadap platform pembelajaran yang ada. Berbeda pada berbagai platform keamanan siber lainnya yang terfokus pada tahap exploitation, inovasi Fedra memberikan platform yang aman untuk mengeksplorasi metodologi pengujian penetrasi, mulai dari tahap reconnaissance hingga tunneling.

Virtual lab ini mencakup berbagai komponen pembelajaran cyber security secara menyeluruh.

“Nah, jadi kalau yang platform yang biasa dipake orang, dia itu cuma fokusnya di satu poin. Sedangkan yang aku bikin, dia itu mencakup semua ini. Dan sangat mudah flownya buat dipelajari,” ungkap Fedra.

Menariknya, inovasi yang diciptakan olehnya tidak hanya berhenti sebatas konferensi saja. Platform yang ia kembangkan telah digunakan sebagai referensi materi dalam pembelajaran di beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Konsep virtual lab MBPTL memberikan pembelajaran praktis dengan metodologi penetrasi, sehingga dapat mengembangkan keterampilan keamanan aplikasi dan memahami berbagai jenis kerentanan sistem.

Keberhasilan dalam konferensi Black Hat, Fedra mengaku tidak tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh universitas. Menurutnya, UMS berperan penting dalam membuka peluang karirnya di kancah internasional.

“Tapi aku beneran bersyukur buat masuk UMS, karena UMS itu yang ngenalin aku di dunia internasional,” tutur Fedra.

Melalui inovasi Fedra pada bidang teknologi informatika, membuktikan bahwa mahasiswa UMS mampu bersaing di kancah internasional dengan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan cyber security.



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026