Temanggung (ANTARA) - Kerusakan talud di Jembatan Galeh, Parakan, Kabupaten Temanggung, dipastikan mendapat penanganan pemerintah pada program pembangunan tahun 2026.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.4 Provinsi Jawa Tengah Joko Budi Santoso, di Temanggung, Selasa, mengatakan perbaikan itu nantinya untuk talud sepanjang seratus meter serta lantai jembatan.
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Tengah menyebut perbaikan telah disetujui dan saat ini berada dalam tahapan persiapan pelaksanaan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keamanan pengguna jalan serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.
"Pengajuan perbaikan itu telah disetujui, dan sekarang ini masih dalam tahap tender atau lelang," katanya.
Ia mengatakan, untuk perbaikan adalah talud sebelah kanan jembatan, karena talud sebelah kiri telah dilakukan pembangunan di tahun 2022.
"Nanti kita beton siklop, jenis beton khusus untuk pondasi dalam yang dicampur dengan batu-batu besar, kemudian terus kita kasih timbunan, dan sampai sekarang itu timbunannya belum ditentukan dari perencana, kita masih koordinasi dengan perencana bahwasannya timbunannya itu mau pakai dengan jenis apa gitu,'" katanya.
Seorang warga Air Titik Wardhani mengatakan selain mengancam keberadaan jembatan, ambrolnya talud juga mengancam bangunan warung dan kantor perbankan.
"Kami warga sekitar merasa kawatir, terutama saat terjadi banjir karena saat ini meski cuaca tidak banjir kondisi talud itu sudah menggantung, jadi sangat membahayakan, terutama untuk keselamatan pengguna jembatan. Ketika terjadi banjir besar sangat dimungkinkan talud bisa ambrol lagi dan jembatan akan runtuh," katanya.
Warga berharap pembangunan talud jembatan segera dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih parah, sekaligus menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas ekonomi masyarakat.

Penanganan talud Jembatan Galeh masuk program pembangunan 2026

Kerusakan talud di Jembatan Galeh, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, masuk program pembangunan 2026. (ANTARA/Heru Suyitno)
