Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meningkatkan mitigasi melalui kegiatan penghijauan di sejumlah lahan kritis sebagai upaya mencegah bencana, khususnya tanah longsor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto di Batang, Kamis, mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 34.576 hektare lahan dengan kondisi kritis sehingga harus dilakukan penghijauan.
"Berdasar data BPS 2024, jumlah lahan ada 67.260 hektare tetapi ini terbagi dari beberapa kondisi yaitu kategori sangat kritis 1.050 hektare, 3.826 hektare kritis, 9.500 hektare berpotensi kritis, dan 20.200 hektare berstatus agak kritis," katanya.
Menurut dia, pemerintah daerah telah berupaya melakukan langkah mitigasi melalui penghijauan kembali dengan penanaman bibit pohon keras atau pohon tegakkan di sejumlah lahan kategori kritis itu.
Beberapa wilayah lahan kritis itu berada di wilayah bagian atas seperti Desa Tombo, Kecamatan Bandar dan Desa Gerlang, Kecamatan Blado.
"Salah satu pemicu utama kerentanan lahan kritis ini adalah adanya alih fungsi lahan menjadi kawasan pertanian semusim," katanya.
Ia mengatakan, di wilayah bagian atas yang memiliki kemiringan curam kini banyak lahan yang digunakan untuk usaha hortikultura seperti sayur mayur tetapi warga seringkali mengabaikan aspek konservasi.
Lahan pertanian yang berada di wilayah lereng tanpa adanya pohon keras (tegakan), kata dia, sangat berisiko memicu kerusakan ekosistem yang lebih parah yang bisa menimbulkan bencana.
"Rata-rata adalah yang digunakan untuk usaha hortikultura itu, ada sayur. Jika tidak ada pohon tegakan maka di situ berpotensi terjadi kerusakan lingkungan," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang mengoptimalkan fungsi desa tangguh bencana cegah bencana

