Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Program Penguatan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), meliputi pelatihan boga, pengolahan sandang, pengelolaan peca, dan pendampingan kelompok usaha baru.
"Hari ini kami meluncurkan kelompok usaha Kapulaga, yang nanti mendapat dukungan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari Dinas Sosial," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jateng Nawal Nur Arafah Taj Yasin di Pekalongan, Kamis.
Menurut dia, produk-produk binaan PKK di berbagai daerah sudah berkembang, tidak hanya kuliner saja tetapi juga sektor kerajinan yang sudah dipasarkan hingga luar daerah.
Kemudian untuk mendukung pemasaran, pihaknya kini menekankan percepatan adaptasi teknologi pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
"Kami dorong pemasaran lewat pemasaran digital. Pelatihannya kita lakukan bekerja sama dengan Baznas. Jadi, (pemasaran) jangan hanya mengandalkan cara konvensional," katanya.
Ia mengatakan UMKM Jateng memiliki potensi besar, termasuk di sektor kriya, seperti yang ada di Kabupaten Pekalongan, yang mengukuhkan diri sebagai juara 1 nasional Dekranasda Award melalui inovasi desain batik berbasis AI.
"Begitu pula pesanan batik dari berbagai daerah lain yang tetap mempercayai perajin Pekalongan. Motifnya memakai kekhasan daerah masing-masing, tetapi yang membatik adalah warga Pekalongan," katanya.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkomitmen membesarkan UMKM lokal.
"Kami harus memberikan dukungan kepada UMKM supaya bisa besar dan dikenal di mana-mana. Kami akan menyediakan berbagai fasilitas mulai dari pameran gratis, bantuan permodalan, hingga pelatihan pengemasan produk agar tampak lebih menarik," kata Fadia Arafiq.
Baca juga: Pemprov Jateng berkomunikasi dengan buruh dan pengusaha soal upah

