Logo Header Antaranews Jateng

RS swasta menggandeng PKK gelar pelatihan tenaga pendamping orang sakit

Senin, 5 Januari 2026 14:31 WIB
Image Print
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani saat menghadiri pembukaan pelatihan tenaga pendamping orang sakit atau Nurse Assistant for Patient and Older Person (NaPOS) di RS Mardi Rahayu Kudus, Senin (5/1/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Rumah sakit swasta di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam menggelar pelatihan tenaga pendamping orang sakit untuk mencetak tenaga kerja sekaligus sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Endhayani usai pembukaan pelatihan di RS Mardi Rahayu Kudus, Senin, mengatakan pelatihan tenaga pendamping orang sakit atau Nurse Assistant for Patient and Older Person (NaPOS) merupakan salah satu program Pokja IV PKK yang dirancang sejak 2025.

Namun, kata dia, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan pada awal 2026 karena kendala pencarian peserta.

Ia menjelaskan pelatihan ini diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan bagi peserta sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan RS Mardi Rahayu Kudus.

"Kami sangat terbantu dengan RS Mardi Rahayu. Pelatihan ini benar-benar bisa membantu menyejahterakan keluarga. Pesertanya berasal dari sembilan kecamatan di Kudus, harapannya bisa merata," ujarnya.

Menurut Endhah tenaga pendamping orang sakit sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya keluarga yang merawat anggota keluarga sakit di rumah. Karena itu, setelah lulus pelatihan, para peserta akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan jasa pendampingan.

"Banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan tenaga NaPOS. Kami ingin peserta yang sudah lulus nanti bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," ujarnya.

Nantinya, kata dia, TP PKK Kudus berencana melanjutkan program ini ke beberapa angkatan berikutnya. Evaluasi dan monitoring akan dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan pelatihan pada kloter selanjutnya.

"Ini kloter pertama di 2026. Ke depan bisa ada kloter kedua dan ketiga. Evaluasi pasti kami lakukan supaya ke depan lebih baik lagi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus Pujianto menyampaikan pelatihan NaPOS kali ini merupakan yang kelima kalinya digelar oleh RS Mardi Rahayu dan dilaksanakan secara gratis.

"Pelatihan NaPOS ini berlangsung hampir satu bulan mulai 5 Januari 2026, dengan materi teori dan praktik langsung," ujarnya.

Ia menjelaskan pelatihan ini diharapkan mampu mencetak tenaga pendamping profesional yang memiliki keterampilan dasar perawatan pasien, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital, pemberian asupan makanan, minuman dan obat termasuk melalui selang, perawatan luka sederhana, hingga mobilisasi dan alih baring pasien dengan benar.

"Peserta juga dibekali etika dan sopan santun dalam mendampingi orang sakit," ujarnya.

Pelatihan ini diikuti peserta pria maupun wanita berusia 20 hingga 50 tahun dengan pendidikan minimal lulusan SMP sederajat, yang telah lolos seleksi administrasi dan pemeriksaan fisik.

Selain mendapatkan ilmu dan keterampilan, peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas, di antaranya uang saku harian, kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta rekomendasi dan penyaluran kerja di bawah layanan home care RS Mardi Rahayu. Bahkan, pada Februari 2026 peserta yang lulus juga akan dipekerjakan.



Baca juga: Ambulans gratis RS Mardi Rahayu Kudus jadi dua unit



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026