"Ini adalah bantuan modal bukan pinjaman dan besaran bantuan disesuaikan dengan 'business plan' mereka sehingga ada yang mendapatkan lima juta rupiah hingga Rp17 juta," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jawa Tengah dan DIY Joni Swastanto di Semarang, Rabu.
Bantuan "seed capital" diberikan kepada 16 mahasiswa. Sebelumnya, jumlah peserta yang mengikuti seleksi ada 108 mahasiswa yang berasal dari delapan perguruan tinggi yakni Undip, Unnes, IAIN Walisongo, UKSW Salatiga, Untag, Unika Soegijapranata, Unisbank, dan Unissula.
Setelah seleksi, penerima bantuan sebanyak 16 mahasiswa yakni enam mahasiswa dari Unisbank, empat mahasiswa dari Undip, dan masing-masing satu mahasiswa dari Unnes, IAIN Walisongo, dan UKSW Salatiga.
Sejumlah usaha yang mendapatkan bantuan di antaranya usaha pembuatan wingko dari ketela pohon, tahu gejrot, jilbab, penggemukan sapi potong, pembuatan nugget sayuran dan bandeng, serta pembuatan kaos distro.
"Total bantuan modal yang diserahkan sekitar Rp217,1 juta dan setelah pemberian bantuan BI akan terus melakukan pengawasan dan pendampingan," katanya.
Joni berharap dengan pemberian bantuan BI tersebut, usaha mahasiswa menjadi lebih maju dan dapat menjadi motor lingkungan sekitar dan generasi muda lainnya.
Pola pikir generasi muda banyak yang ingin menjadi pegawai, padahal ketersediaan lapangan kerja di sektor formal terbatas, sehingga diperlukan mahasiswa yang memiliki jiwa berwirausaha.
Dalam kesempatan tersebut BI juga memberikan beasiswa untuk peningkatan kualitas pendidikan anak bangsa kepada tiga perguruan tinggi yakni Undip 80 mahasiswa, sedangkan Unnes dan IAIN Walisongo, masing-masing 40 mahasiswa.
"Penerima beasiswa BI berasal dari beragam latar belakang disiplin ilmu dan keterampilan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan negeri," katanya.
