Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan menggelar Deklarasi Kudus Damai untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif serta mencegah aksi anarkis, Senin.
"Deklarasi Kudus Damai ini untuk mengajak masyarakat menjaga situasi wilayah di Kabupaten Kudus tetap aman dan damai," kata Bupati Kudus Sam’ani Intakoris usai deklarasi yang diikuti penandatanganan deklarasi Kudus damai di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin.
Ia mengungkapkan deklarasi Kudus damai ini menjadi komitmen bersama agar setiap permasalahan bisa diselesaikan melalui jalur dialog tanpa mengganggu ketertiban umum.
Sam'ani juga meminta warga Kudus untuk kembali menggiatkan program sistem keamanan keliling (siskamling), terutama di tingkat desa.
"Kita juga harus bijak menghadapi informasi, terutama dari media sosial. Jika ada selebaran atau flayer, tolong diklarifikasi dahulu supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.
Selain itu, dia juga berharap situasi nasional segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa kekhawatiran, termasuk di Kabupaten Kudus.
Untuk mendukung hal itu, pihaknya bersama aparat keamanan terus mengintensifkan patroli dan melakukan pendekatan kepada masyarakat.
"Kami juga meminta dukungan masyarakat agar Kudus tetap aman dan damai, tanpa ada hal-hal yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan dukungan penuh terhadap deklarasi tersebut. Menurutnya, sinergi semua pihak merupakan kunci untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.
"Polres Kudus juga melakukan patroli besar yang didukung pemerintah daerah, TNI, Satpol PP, serta organisasi kemasyarakatan yang sukarela membantu menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kudus," ujarnya.
Ia menambahkan patroli gabungan tidak hanya menyasar wilayah permukiman, tetapi juga memantau objek-objek vital guna memastikan Kudus tetap dalam keadaan aman dan damai.
Baca juga: UMK gelar aksi damai doa bersama untuk jaga marwah demokrasi

