
PGRI Banjarnegara deklarasi damai jaga kondusifitas pendidikan

Banjarnegara (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dalam rangkaian Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Tahun 2025 melaksanakan deklarasi damai sebagai upaya untuk menjaga kondusifitas pendidikan di tengah memanasnya suhu politik.
Dalam deklarasi damai yang dilaksanakan di Rumah Guru PGRI Banjarnegara, Rabu, Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara Heling Suhono menegaskan komitmen para guru untuk menjaga kedamaian di tengah memanasnya suhu politik karena iklim yang kondusif sangat penting agar proses pendidikan berjalan baik.
Oleh karena itu, kata dia, PGRI Banjarnegara turut aktif mencegah anarki dan berupaya turut meredam gejolak masyarakat.
"Kita ingin suasana kondusif sehingga proses pendidikan berjalan dengan baik. Mari buktikan bahwa PGRI Banjarnegara terpercaya, kuat, bermartabat, dan mengayomi. Masa depan bangsa ada di tangan para guru,” kata Heling saat membacakan naskah deklarasi.
Terkait dengan deklarasi tersebut, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah berkomitmen menjaga perdamaian di Kabupaten Banjarnegara.
"Terima kasih atas komitmen cinta damai dan cinta Kabupaten Banjarnegara, semua satu tekad agar Banjarnegara aman dan damai. Hanya Banjarnegara yang tidak ada aksi anarkisme, salut dan terima kasih untuk seluruh warga Banjarnegara," katanya.
Selain memberikan dukungan, dia juga menyampaikan sejumlah kebijakan terkait sektor pendidikan, antara lain penerapan penempatan guru berbasis zonasi yang akan diprioritaskan bagi guru berusia tua lebih dulu.
Dia juga mengingatkan kepala sekolah untuk mematuhi moratorium pengangkatan guru baru sebelum status guru dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tuntas.
Terkait dengan kebijakan wisata sekolah atau study tour, dia mengatakan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara tidak melarang kegiatan tersebut asalkan dikelola oleh orang tua tanpa ada paksaan.
"Guru harapannya tidak mengakomodasi, karena kami ingin melindungi para guru agar aman tidak terkena masalah di belakang hari," katanya menegaskan.
Selain itu, dia juga mendorong para guru memiliki waktu berkualitas bersama anak-anaknya, sejalan dengan rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Banjarnegara.
Menurut dia, hal itu karena guru juga punya anak dan anak-anak pun membutuhkan ikatan emosional bersama orang tua.
"Tapi ini semua saya serahkan kembali kepada publik, masih kita kaji lebih mendalam,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Amalia Desiana dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Banjarnegara, bersamaan dengan pengukuhan Paduan Suara Dwija Gita Swara PGRI Banjarnegara.
Sementara saat membuka Konkerkab I Tahun 2025 PGRI Kabupaten Banjarnegara, Wakil Ketua 1 PGRI Provinsi Jawa Tengah Sutikno mengapresiasi Kabupaten Banjarnegara yang dia nilai sangat moderat, sehingga tidak ada tindakan anarki.
Ia mengharapkan para guru menjaga dan mensyukuri kedamaian yang ada di Banjarnegara serta mengajak guru untuk menjadikan siswa berprestasi.
"Guru jangan hanya memberikan ilmu, juga mendoakan murid, sayangi murid agar murid menghormati guru. Para guru harus menjadi sosok profesional yang terpercaya, sejahtera, dan terlindungi sehingga bermartabat," kata Sutikno.
Baca juga: PGRI Jateng serukan akademisi hingga tokoh bangsa bertemu
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
