Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengingatkan warga yang berada di wilayah pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan potensi tanah longsor seiring dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda di daerah itu.
Kepada Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah, di Batang, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat upaya mitigasi tanah longsor di sejumlah lokasi rawan bagian wilayah atas seperti Kecamatan Bawang, Tersono, Blado, dan Reban.
"Warga di wilayah tersebut kami berikan edukasi sebagai langkah utama untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat musim hujan," katanya.
Ia mengatakan wilayah pegunungan memiliki potensi bencana yang cukup tinggi sehingga masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu hidup berdampingan dengan ancaman bencana.
"Relokasi memang menjadi solusi paling ideal bagi warga yang tinggal di zona rawan longsor. Akan tetapi, dalam praktiknya tidak mudah karena ada keterikatan dengan tanah kelahiran dan sumber penghidupan mereka," katanya.
Namun, kata dia, sebagai langkah alternatif, pihaknya mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam seperti munculnya retakan tanah atau perubahan kondisi lingkungan.
"Edukasi ini terus kami lakukan agar warga dapat mengambil langkah cepat sebelum bencana terjadi," katanya.
Menurut dia, di Desa Pranten terdapat ada sekitar delapan keluarga yang secara mandiri memilih mengungsi ke rumah kerabat saat puncak musim hujan dan mereka akan kembali ke rumah masing-masing ketika kondisi dinilai lebih aman.
"Ini adalah sebagai bentuk kesadaran masyarakat yang patut diapresiasi. Mereka sudah memahami risiko dan tahu kapan harus mengungsi ndan kapan harus menghuni lagi di lokasi yang aman," katanya.
Baca juga: PDAM Batang gandeng Kejati edukasi penerangan hukum cegah korupsi

