Djokovic hadapi dilema soal vaksin virus corona

id Novak Djokovic , Djokovic ,Petenis peringkat satu ,pandemi COVID 19

Djokovic hadapi dilema soal vaksin virus corona

FILE PHOTO: Tennis - Australian Open - Men's Singles Final - Melbourne Park, Melbourne, Australia - February 2, 2020. Serbia's Novak Djokovic gestures after winning his match against Austria's Dominic Thiem. REUTERS/Issei Kato/File Photo (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta (ANTARA) - Petenis peringkat satu Novak Djokovic menghadapi dilema, seandainya para petenis diwajibkan mendapat vaksin sebelum mereka dapat kembali meneruskan musim kompetisi yang tengah dihentikan akibat pandemi COVID-19.

"Secara pribadi saya menentang vaksin dan saya tidak akan mau dipaksa oleh siapapun untuk mendapat vaksin agar dapat bepergian," kata Djokovic dalam dialog Facebook dengan sejumlah atlet Serbia yang dipantau dari Jakarta, Senin.

"Namun jika itu menjadi kewajiban, apa yang akan terjadi? Saya akan harus mengambil keputusan. Saya memiliki pemikiran sendiri mengenai masalah itu dan apakah pemikiran-pemikiran tersebut akan berubah seiring berjalannya waktu, saya tidak tahu," tambahnya.

Baca juga: Djokovic dan Murray berbagi pengalaman pertandingan di Instagram
Baca juga: Djokovic: 'Big Three' bahas cara membantu petenis ranking bawah
Baca juga: Tanpa vaksin, Olimpiade Tokyo diragukan bisa digelar tahun depan


Meski demikian, Djokovic paham bahwa jika musim kompetisi tenis dimulai lagi pada Juli atau Agustus, vaksin akan menjadi sesuatu yang penting.

Pada bulan lalu, mantan petenis peringkat satu putri Amelie Mauresmo mengatakan sisa musim 2020 semestinya dibatalkan. Adapun jika musim itu dilanjutkan, menurut Mauresmo para petenis harus mendapat vaksin terhadap virus corona.

"Sirkuit internasional sama dengan petenis dari berbagai bangsa ditambah manajemen, penonton, dan orang-orang dari empat penjuru dunia yang menghidupkan ajang-ajang itu. Tidak ada vaksin = tidak ada (kompetisi) tenis," cuit pemenang dua gelar Grand Slam tersebut.

Para ahli medis mengatakan vaksin terhadap virus yang mengganggu pernafasan itu belum akan siap sampai tahun depan. Pernyataan itu meningkatkan keraguan apakah masih ada turnamen tenis yang dapat dimainkan tahun ini.

Baca juga: Pelatih Serena Williams gelar turnamen di tengah pandemi
Baca juga: Ketua ATP ragu tenis musim ini bisa berlanjut Agustus nanti


Kejuaraan Wimbledon tahun ini telah dibatalkan, yang merupakan pertama kali terjadi sejak Perang Dunia II. Sedangkan French Open, yang awalnya diagendakan berlangsung pada 24 Mei sampai 7 Juni digeser ke 20 September sampai 4 Oktober. Jadwal yang sangat mepet dengan berakhirnya US Open.

Djokovic tampil bagus di awal musim 2020. Ia menjuarai Australian Open pada Januari sekaligus memperpanjang laju kemenangannya menjadi 18 kemenangan berturut-turut. Sebelum kemudian hampir seluruh kompetisi olahraga profesional dihentikan akibat pandemi.

Sejauh ini organisasi-organisasi tenis telah menangguhkan semua turnamen sampai 13 Juli. Sebagai tambahan, Rogers Cup di Montreal, yang semestinya berlangsung pada Agustus, juga tidak akan dimainkan pada tahun ini.

Baca juga: Wimbledon tahun ini dibatalkan karena pandemi virus corona
Baca juga: Wimbledon ditiadakan, Halep "gembira" status juara berlaku dua tahun

 


 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar