Wonosobo (ANTARA) - Polres Wonosobo menggelar simulasi penanggulangan bencana di Lapangan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah dengan melibatkan ratusan personel dan unsur masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah itu.
Kabag Ops Polres Wonosobo Kompol Darianto di Wonosobo, Sabtu, mengatakan simulasi ini menjadi langkah penting mengingat karakteristik geografis Wonosobo yang rawan terhadap berbagai jenis bencana.
“Kita menyadari bahwa Wonosobo memiliki kontur berbukit dan berada di kaki gunung. Kondisi ini membuat wilayah kita rentan terhadap tanah longsor, pergerakan tanah, hingga angin kencang. Karena itu, tingkat kewaspadaan harus selalu tinggi,” katanya.
Ia mengatakan simulasi itu bukan sekadar agenda rutin melainkan kebutuhan mendesak untuk mengevaluasi kesiapan personel dan mekanisme penanganan bencana. Para peserta diminta mengikuti setiap tahapan dengan serius.
“Laksanakan simulasi ini dengan disiplin dan anggap seperti kejadian nyata," katanya.
Ia mengatakan pentingnya peserta simulasi memperhatikan setiap detail, memahami alur komando, dan mengoptimalkan pemanfaatan peralatan yang tersedia.
Kegiatan itu, katanya, harus menjadi ajang untuk mengidentifikasi kelemahan agar dapat segera diperbaiki
Ia menjelaskan tujuan simulasi menguji efektivitas prosedur tetap (protap) penanganan bencana di lapangan, meningkatkan kemampuan setiap personel dalam memahami peran masing-masing mulai dari evakuasi hingga pengamanan lokasi, serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak seperti TNI, BPBD, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh.
Melalui simulasi ini, Polres Wonosobo berharap, kemampuan respons cepat dan koordinasi antar-instansi dapat terus ditingkatkan sehingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat semakin optimal.

