Atasi sampah, Pati ditawari pengelolaan sampah secara modern

id pemkab pati, sucofindo

Atasi sampah, Pati ditawari pengelolaan sampah secara modern

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat menerima perwakilan dari PT Sucofindo di ruang Joyokusumo Setda Pati, Kamis (13/2/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkab Pati

Kudus (ANTARA) - PT Sucofindo menawarkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam pengelolaan sampah secara modern dengan menghadirkan mesin pemilahan sampah.

Dalam rangka penjajakan peluang kerja sama tersebut, PT Sucofindo juga berkesempatan menyampaikan paparan di hadapan Wakil Bupati Pati Saiful Arifini yang didampingi Sekda Pati Suharyono, Kepala DLH, dan Kepala DPUTR Pati di ruang Joyokusumo Setda Pati, Kamis .

"PT Sucofindo menawarkan pengolahan sampah modern dengan mesin pemilah sampah. Sedangkan untuk biaya operasionalnya nanti diperoleh dari hasil pengolahan sampah tersebut," kata Kepala Bagian Layanan Publik Sumber Daya Alam dan Investasi PT Sucofindo Ido JH Simatupang saat paparan di hadapan Wabup Pati, Kamis.

Baca juga: Ganjar minta masyarakat tidak buang sampah sembarangan

Wabup Pati Saiful Arifini usai mengikuti paparan tersebut juga mempersilakan PT Sucofindo untuk langsung melihat langsung ke lokasi.

"Lokasinya silakan dilihat dahulu, mulai dari TPA Sukoharjo, Plosojenar hingga Sleko. Kalau memang alatnya cocok, kami siap mendukung. Apalagi sudah punya lahan dan perizinan juga siap, terlebih Pemkab Pati tidak mengeluarkan biaya sedikit pun," ujarnya.

Ia mengakui jika harus mengeluarkan anggaran untuk pengadaan alat pemilahan sampah tersebut, Pemkab Pati memang tidak ada anggaran.

Selain itu, lanjut dia, pekerja yang sudah ada di pengolahan sampah juga harus tetap dipertahankan dan jangan dipangkas.

Menurut dia jika kerja sama tersebut bisa direalisasikan, maka Pemkab Pati akan beruntung karena sampah akan diolah dengan baik dan tidak ada sisa sama sekali atau zero waste, mengingat sudah ada alat untuk pemilah sampah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono menambahkan jika Pemkab punya satu TPA besar dan dua TPS kecil.

Ia juga mendukung kerja sama tersebut, jika memang TPA di Pati dianggap layak sehingga jangka panjang tentu bisa menambah pemasukan daerah. 

Baca juga: Mahasiswa UNS ciptakan aplikasi "Tuker Sampah"
Baca juga: Ceko tawarkan pengelolaan sampah ala London ke Jateng
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar