Menikmati Kampoeng Djadhoel, perkampungan unik di Semarang

id kampung jadoel,kampung tematik

Menikmati Kampoeng Djadhoel, perkampungan unik di Semarang

Kampung Jadoel di wilayah Kampung Batik Rejomulyo, Semarang. (Foto/Melisa Adhis Ramadhani/Febria Isnaeni)

Semarang (ANTARA) - Kampung tematik yang merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Semarang kini sudah bisa dinikmati salah satunya adalah Kampoeng Djadhoel yang terletak di Kampung Batik Tengah, Rejomulyo, Semarang, Jawa Tengah. Letak kampung ini mudah dijangkau karena berada di sekitar Kota Lama.

Masyarakat di sekitar Kampoeng Djadhoel mengaku sangat antusias adanya program pemkot tersebut. Tematik adalah penamaan untuk desain wujudnya. Berbagai gambaran unik diciptakan warga secara bersama-bersama untuk ikut menyukseskan program kampung tematik ini. 

Sebelum menjadi kampung tematik, kondisi awal Kampoeng Djadhoel seperti biasa dalam pandangan yang hanya berupa bangunan rumah-rumah warga dan lingkungannya juga biasa. 

Baca juga: Mahasiswa Undip ikut hidupkan Kota Lama

Para warga secara gotong royong mengikuti pembinaan yang diadakan Dinas Pariwisata Kota Semarang. Kampung dilukis dengan berbagai warna dan bentuk variasi yang menarik. Dari depan kampung sampai masuk dalam gang-gang berubah menjadi lebih berwarna dengan padu padan warna yang serasi.

Tidak hanya menonjolkan pada lukisan warna tetapi untuk menjadikan pengunjung lebih tertarik adalah penyediaan spot foto yang telah didesain dengan properti unik, yaitu berbentuk seperti rumah bambu mini di tengah kampung yang menjadi arena utama yang ditonjolkan. 

Pengunjung juga dapat bersantai dibangku-bangku yang terbuat dari bambu yang telah ditata untuk arena istirahat pengunjung. 

Kampoeng Djadhoel ini mendapatkan pengunjung cukup banyak tetapi hanya menarik sesaat saja. Penyebabnya adalah kurangnya tempat hiburan dan arena kuliner yang bisa dijadikan ciri khas dari Kampoeng Djadhoel. 

Koordinasi pemkot hanya sekadar untuk membuat program saja, tetapi kurang dalam pengelolaannya. Sebenarnya warga sendiri juga telah mengupayakan lagi agar Kampoeng Djadhoel ini menjadi tempat kunjungan yang dapat diistilahkan “ngangenin” kata seorang warga Puji Nugroho.

Harusnya setelah dibentuknya Kampoeng Djadhoel ini dapat menjadikan kampung yang bukan hanya secara tematik berkembang menjadi kampung berwawasan kreativitas, tetapi diseimbangkan dengan pendukung lain seperti disediakan hiburan untuk menambah kesan pengunjung, dan juga arena penjualan makanan yang unik sehingga nantinya akan menjadi bahan kunjungan yang paling dicari masyarakat jika mengingat akan enaknya kuliner di Kampoeng Djadhoel. 

Banyak hal lain lagi yang masih menjadi rencana ke depan untuk pengembangan selanjutnya agar lebih mengena hati pengunjungnya.

Baca juga: Umbul Ngepok Sragen jadi wisata alternatif saat liburan


(Penulis mahasiswa Unnes dan isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab yang bersangkutan)

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar