Logo Header Antaranews Jateng

DPRD Kota Semarang soroti penumpukan sampah di TPS

Senin, 19 Januari 2026 19:11 WIB
Image Print
Anggota DPRD Kota Semarang Dini Inayati. ANTARA/HO-Pribadi

Semarang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyoroti penumpukan sampah di tempat-tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang perlu segera dievaluasi.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Dini Inayati di Semarang, Senin, mencontohkan kondisi memprihatinkan akibat penumpukan sampah di TPS Muktiharjo Kidul.

Ia mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan evaluasi dan penanganan cepat agar tumpukan sampah tersebut tidak berlarut-larut mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.

Menurut dia, lonjakan volume sampah di lokasi tersebut bukan kejadian yang berdiri sendiri, namun berhubungan dengan kejadian yang lain.

Ia menduga hal itu merupakan efek domino dari penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal di wilayah Rowosari beberapa waktu lalu, yang tidak dibarengi dengan langkah antisipatif yang memadai dari dinas terkait.

Kondisi tersebut, kata dia, memaksa para pengangkut sampah swasta atau mandiri mencari lokasi pembuangan alternatif, sehingga menyebabkan kelebihan kapasitas (overload) di TPS resmi seperti di Muktiharjo Kidul.

"TPS ini perlu dicek, siapa saja dan dari mana saja yang membuang sampah. Ada kemungkinan besar penumpukan sampah ini merupakan implikasi dari penutupan TPA ilegal di Rowosari," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa persoalan serupa tidak hanya terjadi di Muktiharjo Kidul, melainkan juga di sejumlah TPS lain di Kota Semarang.

"Penutupan itu baik, namun harus ada solusi penyalurannya agar tidak menumpuk di satu titik," katanya.

Hal tersebut mengindikasikan adanya kendala sistemik, mulai dari keterbatasan armada pengangkut hingga kondisi TPA Jatibarang yang semakin kritis.

Ia mendorong Pemkot Semarang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen persampahan.

Ia menyampaikan solusi jangka panjang bukan sekadar menambah frekuensi angkut, melainkan pengurangan sampah dari hulu.

"Volume sampah kota masih sangat tinggi. Ini PR kita bersama. Upaya pemilahan sampah di tingkat RT harus benar-benar berjalan optimal, terutama pengelolaan sampah organik supaya residu yang dibuang ke TPS bisa berkurang signifikan," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Semarang terus melakukan upaya intensif untuk menangani penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS), termasuk di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa pengerahan personel dan armada dilakukan guna memastikan lingkungan bersih dan kenyamanan warga kembali pulih secepat mungkin.

Hingga Jumat (16/1) sore, sebanyak 145 ritasi sampah telah berhasil dipindahkan dari lokasi tersebut menuju TPA Jatibarang, dengan melibatkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Semarang, sehingga volume sampah berangsur berkurang signifikan.



Baca juga: Pengadilan Tipikor Semarang menolak eksepsi dua bos Sritex



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026