Semarang (Antaranews Jateng) - Pengelola even Jateng Fair 2018 mengevaluasi seluruh wahana permainan yang ada pascainsiden seorang pengunjung yang terjatuh saat akan turun dari bianglala.
"Kebetulan, punya kami kan bianglala, yang lainnya punya 'vendor', tetapi kami imbau semuanya untuk mengevaluasi wahananya," kata Direktur PT PRPP Jateng Titah Listyorini di Semarang, Senin.
Insiden tersebut menimpa Puspaningrum, warga Jepara pengunjung Jateng Fair 2018 yang terjatuh saat hendak turun dari bianglala, Sabtu (1/9) malam, yang membuatnya mengalami memar dan "shock".
Dugaan sementara, menurut Titah, korban tersenggol pintu bianglala yang ternyata belum berhenti sepenuhnya saat akan turun atau keluar, namun hasilnya nanti menunggu evaluasi.
"Sampai sekarang kan juga masih diberi 'police line'. Nanti, kalau sudah evaluasi sudah selesai dan dinyatakan layak, wahana ini (bianglala, red.) akan kami operasikan lagi," katanya.
Yang jelas, ia memastikan seluruh wahana permainan yang ada di Jateng Fair sudah melalui uji kelayakan sebelum dioperasikan, termasuk sistem dan keamanannya, termasuk bianglala itu.
"Ya, mungkin ketika itu habis hujan sehingga 'trouble' di remnya atau bagaimana. Tetapi, seminggu sebelum Jateng Fair dibuka wahana sudah dicek ulang dan dipastikan layak," jelasnya.
Untuk korban, Titah mengatakan langsung dibawa ke RS Columbia Asia untuk mendapatkan perawatan dan hasil pemeriksaan menyatakan korban mengalami memar dan "shock" karena terjatuh.
"Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan dokter tidak ada 'fraktur' (patah tulang, red.). Korban juga sudah diperbolehkan pulang pada hari ini dan kami antar langsung ke rumahnya," katanya.
Segala biaya pengobatan korban, kata dia, sepenuhnya ditanggung pengelola Jateng Fair 2018 karena seluruh pengunjung pesta rakyat tahunan Jateng itu dicover asuransi In-Health Mandiri.
"Ternyata, Mbak Puspa (korban, red.) ini pengunjung setia Jateng Fair. Tahun ini, dia datang berdua sama temannya naik motor dari Jepara. Temannya juga ikut nungguin sampai sembuh," katanya.
Titah memastikan kedua pengunjung itu diantar oleh petugas Jateng Fair pada Senin (3/9) siang sampai rumahnya masing-masing di Jepara, termasuk sepeda motor yang dibawanya juga ikut diantar.
Untuk wahana milik "vendor", kata dia, antara lain trampolin, kereta mini, kora-kora, dan bianglala kecil, sementara wahana permainan milik PRPP hanya bianglala yang berukuran besar.
"Memang, wahana ini (bianglala, red.) hanya dipakai setahun sekali kalau ada even. Tetapi, tetap kami lakukan uji kelayakan secara rutin, terutama sebelum dioperasikan," kata Titah.

