"Mudah-mudahan, sebelum akhir tahun 2014 proses pengerjaan gerbang megah itu sudah selesai sehingga masyarakat bisa menikmatinya jelang pergantian tahun nantinya," ujarnya, di Kudus, Minggu.
Untuk memastikan perkembangan dari proses pembangunan gerbang yang dipastikan megah itu, Bupati Kudus Musthofa dengan didampingi perwakilan dari PT Djarum menyempatkan diri melihat perkembangan proses pembangunan gerbang tersebut yang berada di perbatasan antara Kudus dengan Demak, turut Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus atau dekat dengan Jembatan Tanggulangin.
Dari struktur bangunan yang sudah setengah jadi tersebut, sudah terlihat kemegahan bangunan yang akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kudus.
Bahkan, bangunan yang diproyeksikan menelan biaya hingga Rp16 miliar itu diklaim termegah di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.
Ia berharap, selama proses pengerjaannya dapat berjalan lancar dan tidak ada permasalahan.
Gerbang Kudus Kota Kretek yang diproyeksikan bakal menjadi ikon baru Kota Kretek ini, pembangunannya difasilitasi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum.
Bentuk bangunannya, menyerupai hewan kupu-kupu dengan ukuran lebar sayap kanan dan kiri sekitar 21 meter dan panjang bangunan sekitar 20 meter dengan ketinggian puncak 12 meter.
Material yang digunakan, salah satunya stainless steel didatangkan dari Australia yang nantinya.
Bangunan yang dianggap megah tersebut, bakal dipadu dengan tata cahaya dengan penataan dan kekuatan yang sangat fantastis sehingga bakal menjadi daya tarik tersendiri untuk Kota Kudus.
Tahap pembangunan Gerbang Kudus Kota Kretek telah dimulai sejak akhir 2013 lalu.
Sementara tiang pancangnya dikerjakan mulai April 2014, sekaligus menjadi momen dimulainya pembangunan Gerbang KKK yang sempat tertunda beberapa waktu.
