
Bupati Temanggung: Hari Desa Nasional jadikan desa semakin mandiri dan berdaya

Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan Hari Desa Nasional pada 2026 sebagai sarana memperkuat semangat mewujudkan desa semakin mandiri dan berdaya.
"Di dalamnya terdapat nilai-nilai gotong royong, toleransi, hingga saling asah asih asuh yang menjadi fondasi sosial selama berabad-abad perjalanan bangsa ini," katanya di Temanggung, Kamis.
Ia mengatakan peradaban desa sejatinya telah berdiri kokoh dan menjadi fondasi atas berdirinya bumi nusantara atau jauh sebelum Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
Ia mengatakan desa merupakan madrasah demokrasi yang sesungguhnya.
Hal ini, katanya, mengingat sebelum istilah demokrasi modern dikenal luas, demokrasi telah lahir di tingkat desa.
Ia menjelaskan bahwa kala itu, masyarakat telah terlebih dahulu memilih pemimpin mereka dengan cara demokratis, yakni satu orang satu suara.
Alhasil, kata dia, dari metode pemilihan tersebut telah banyak lahir pemimpin-pemimpin di tingkat desa yang mempunyai dedikasi dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
"Pemimpin tingkat desa terpilih adalah mereka yang bisa mengayomi, melayani, dan pasti bisa menjadi suri teladan di tingkat masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan kehadiran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bukan sekadar aturan, akan tetapi bukti pengakuan negara dalam memberikan kepastian hukum serta memposisikan desa bukan lagi sebagai pinggiran, melainkan garda terdepan pembangunan nasional.
"Pembangunan nasional dimulai dari wilayah desa sebagai garda terdepan sehingga kekuatan bangsa ini dimulai dari bagaimana ketangguhan desa itu sendiri," katanya.
Baca juga: Pemkab Temanggung rangkul pemuda untuk melakukan penghijauan
Pewarta : Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
