Terkait relaksasi kredit, BRI Solo minta debitur bangun komunikasi dengan bank

id BRI, restrukturisasi kredit

Terkait relaksasi kredit, BRI Solo minta debitur bangun komunikasi dengan bank

Ilustrasi-Aktivitas pekerja mebel di salah satu UMKM di Kabupaten Sukoharjo. UMKM menjadi bagian dari debitur yang mengajukan restrukturisasi. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Solo, Jawa Tengah, meminta debitur membangun komunikasi yang baik dengan pihak bank berkaitan dengan pengajuan relaksasi kredit.

"Sebetulnya relaksasi selalu diberikan tetapi pasti kami juga melihat profil bisnis masing-masing debitur karena profil satu usaha dengan yang lain tidak sama," kata Pemimpin Kantor Cabang BRI Solo Slamet Riyadi Agustina Wulandari di Solo, Rabu.

Ia mengatakan dampak pandemi Covid-19 terhadap masing-masing usaha juga tidak sama sehingga perlu dilakukan "treatment" atau pendekatan yang berbeda.

Baca juga: Ratusan orang di Jawa Tengah kesulitan restrukturisasi kredit

"Skema yang diberikan macam-macam, bisa penangguhan pembayaran pokok, bunga, dan ada juga yang bisa memanfaatkan penurunan suku bunga. Sekali lagi ini sesuai profil bisnis usahanya," katanya.

Menurut dia, untuk bisa memperoleh relaksasi, debitur perlu menjaga kualitas kredit dan komunikasi yang baik dengan pihak bank.

"Jangan justru debitur memanfaatkan jasa pihak ketiga dalam memperoleh relaksasi, komunikasikan ke kami. Kami pasti punya resepnya, jangan justru dimanfaatkan pihak tertentu. Dulu waktu mengajukan ke kami kan baik-baik. Kalau bisnis terganggu dan membuat bisnis tersendat ya sampaikan ke kami karena ada perjanjiannya. Itu kan masalah perdata," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, terkait dengan kondisi saat ini sudah ada ribuan debitur yang mengajukan restrukturisasi kredit kepada BRI. Khusus di Kantor Cabang BRI Solo Slamet Riyadi, restrukturisasi kredit sudah diberikan kepada 2.927 debitur dengan jumlah kredit Rp176 miliar.

"Kami sudah melakukan restrukturisasi ini sejak tanggal 20 Maret dan jumlah itu per tanggal 20 April 2020," katanya.

Ia mengatakan kebijakan restrukturisasi sendiri tidak bisa otomatis berlaku general tetapi harus pengajuan satu per satu dari debitur.

"Mengingat kondisi saat ini, pengajuan bisa dilakukan melalui WA atau video call, kalau memang berdampak maka kami akan 'support'," katanya.

Baca juga: OJK sebut IJK restrukturisasi kredit 15.072 debitur Soloraya
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar