Logo Header Antaranews Jateng

Kabupaten Banyumas dukung swasembada pangan via gerakan tanam serentak

Rabu, 23 April 2025 13:33 WIB
Image Print
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti (tiga dari kanan) menanam padi dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di lahan sawah Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (23/4/2025). ANTARA/Sumarwoto

Banyumas (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melakukan berbagai upaya untuk mendukung program swasembada pangan, salah satunya melalui Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 Provinsi Bersama Presiden Prabowo Subianto.

Ditemui usai menanam padi varietas Mentik Susu pada lahan seluas 4.900 meter persegi milik Saheri di Desa Tambaksari Kecamatan Kembaran, Banyumas, Rabu, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengharapkan Gerakan Menanam Padi Serentak berdampak positif dalam mendukung swasembada pangan.

"Ini gerakan yang bagus untuk memotivasi petani yang ada di Banyumas khususnya dan Indonesia pada umumnya," katanya.

Selain itu, dia mengharapkan gerakan tersebut dapat memantik ketertarikan generasi muda untuk menjadi petani karena bertani juga merupakan pekerjaan yang menjanjikan.

Dengan harga gabah yang makin tinggi dan adanya kepastian pihak yang menampung hasil panen, kata dia, generasi muda diharapkan ada yang berminat menjadi petani milenial sebagai penerus petani yang sudah berusia tua.

Dia mengakui saat sekarang jumlah petani terus berkurang, sehingga sulit untuk mendapatkan tenaga kerja untuk mengolah lahan pertanian.

"Tidak hanya di sini, di mana saja sekarang susah mencari orang untuk tandur (menanam padi), matun (menyiangi rumput di sawah). Mudahan-mudahan dengan gerakan ini, anak-anak kita tertarik untuk bertani," kata Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan-KP) Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa mengatakan salah satu permasalahan dalam pertanian adalah ketersediaan tenaga kerja yang makin sedikit.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melakukan mekanisasi pertanian sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Kami akan bantu dengan transplanter (mesin penanam padi, red.), combine harvester (mesin pemanen padi, red.). Kita tinggalkan pola-pola lama dengan menggunakan alat dan mesin pertanian," katanya.

Bahkan, kata dia, pihaknya akan mengembangkan smart farming atau pertanian pintar dengan membudidayakan komoditas berekonomi tinggi.

Terkait dengan upaya untuk mendukung swasembada pangan, dia mengatakan Kementerian Pertanian telah menargetkan luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2025 mencapai 75.731 hektare.

"Untuk LTT bulan April ditargetkan seluas 12.935 hektare dan sampai hari ini (23/4) sudah terealisasi 6.362 hektare, sedangkan target LTT bulan Mei sekitar 10.000 hektare. Luas tanam pada musim tanam kedua tahun 2024-2025 yang berlangsung pada bulan April-September diprediksi sekitar 30.000 hektare," katanya.

Ia mengakui jika pada akhir bulan April masih ada sekitar 2.000-3.000 hektare tanaman padi yang memasuki masa panen.

Oleh karena itu, kata dia, petani yang telah selesai panen diimbau untuk segera melakukan olah lahan untuk percepatan tanam terutama pada lahan sawah tadah hujan.

"Di Banyumas ada sekitar 6.000 hektare sawah tadah hujan. Insyaallah dengan kondisi cuaca yang masih hujan dapat mendukung percepatan tanam di sawah tadah hujan," katanya.

Baca juga: Presiden uji coba drone untuk tebar benih saat tanam raya di Banyuasin



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026