Greysia/Apriyani telan kekalahan ketiga di BWF Finals 2019

id Greysia Polii/Apriyani Rahayu ,BWF World Tour Finals 2019

Greysia/Apriyani telan kekalahan ketiga di BWF Finals 2019

Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii mengembalikan kok ke arah ganda putri Thailand Chayanit Chaladchalam dan Phataimas Muenwong dalam final bulutangkis ganda putri SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Senin (9/12/2019). Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas setelah menang 2-0 (21-3 21-18). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk ketiga kalinya kalah pada pertandingan terakhir dari tiga laga penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2019 hari ini (13/12).

Tampil kurang maksimal di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, Greysia/Apriyani ditaklukkanpasangan China berperingkat tujuh dunia Du Yue/Li Yin Hui dalam waktu 78 menit dengan 21-12, 17-21, 11-21.

Pada gim pertama, Greysia/Apriyani memimpin pertandingan. Poin demi poin terus dikumpulkan pasangan rangking delapan dunia itu sampai merebut gim ini dengan 21-12.

Baca juga: Anthony lolos ke semifinal setelah catat kemenangan kedua

Indonesia memasuki gim kedua dengan permainan yang masih cukup baik. Namun usai imbang 10-10, Greysia/Apriyani tak mampu mempertahankan pola permainan sehingga lawan unggul untuk merampas gim ini dengan 21-17.

Pada gim penentuan, performa Greysia/Apriyani malah menurun. Kali ini mereka langsung tertinggal dan tak mampu lagi mengejar sampai menyerah 11-21.

Pada penyisihan pertama, Rabu (11/12), Greysia/Apriyani dikalahkan oleh pasangan Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan sehari kemudian giliran wakil tuan rumah Chen Qing Chen/Jia Yi Fan yang mengalahkan mereka.

Dua pasangan dari Grup A lolos ke babak semifinal BWF Finals, yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dari Jepang dan wakil tuan rumah Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Baca juga: Meski kalah Hendra/Ahsan maju ke semi final BWF Finals
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar