Bupati Batang apresiasi PMI yang selalu terdepan dalam tugas kemanusian

id Bupati Batang, PMI

Bupati Batang apresiasi PMI yang selalu terdepan dalam tugas kemanusian

Bupati Batang Wihaji bersama relawan PMI mencoba menumpang perahu karet dalam latihan penanganan korban banjir atau ternggelam di Pantai Ujungnegoro, Sabtu (21/9/2019). ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Bupati Batang, Jawa Tengah, Wihaji mengapresiasi petugas Palang Merah Indonesia yang selalu terdepan dalam tugas kemanusiaan terutama pertolongan pada saat tanggap darurat bencana.

"PMI selalu cepat hadir ketika ada masalah kemanusiaan. Tidak hanya memberikan pertolongan saat ada masalah kemanusiaan seperti tanggap darurat bencana tetapi juga untuk membantu terhadap warga miskin," katanya di Batang, Jawa Tengah, Sabtu.

Dalam kesempatan kegiatan latihan "water dan vertikal rescue", ia mengatakan saat ini tugas PMI tidak hanya sekadar menangani masalah bencana saja tetapi juga pada soal kemiskinan seperti bedah rumah tidak layak huni, dan stunting atau gizi buruk.

"Oleh karena, saya sampaikan ucapan terima kasih pada PMI Batang yang memiliki kecepatan dan kepedulian dalam penanggulangan bencana maupun ikut membantu mengentaskan program kemiskinan," katanya.

Baca juga: PMI Jateng imbau semua rumah sakit miliki bank darah

Bupati berharap pada relawan yang mengikuti kegiatan pelatihan "water dan vertical rescue" dapat mengikutinya dengan seksama agar dalam penanganan bencana bisa cepat dan meminimalisasi para korban.

"Relawan harus memiliki niat kemanusiaan, jangan ada ego sektoral tetapi juga harus sinergi dan ada koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD," katanya.

Ketua PMI Kabupaten Batang Achmad Thofik mengatakan pada acara tasyakuran Hari Ulang Tahun ke-74, PMI akan melakukan sejumlah kegiatan antara lain simulasi bencana, pencanangan 2019 pohon pantai, pemberian paket stunting pada sebanyak 70 orang, dan penghargaan kepada relawan.

Adapun pada pelatiahan "water dan vertical rescue", kata dia, bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan relawan terhadap bencana dengan peningkatan ketrampilan dan keahlian, membangun pengetahuan yang memadai tentang kebencanaan pada masyarakat, dunia pendidikan, dan pengentasan stunting.

"Hal yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang donor darah dan membangun kesadaran bahwa pengurangan risiko bencana adalah tanggung jawab bersama semua stakholders," katanya.

Baca juga: 11 desa kekeringan, PMI Banjarnegara salurkan air bersih
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar