11 desa kekeringan, PMI Banjarnegara salurkan air bersih

id bantuan air banjarnegara,kekeringan banjarnegara,dampak kekeringan,PMI Banjarnegara,bantuan air PMI,Banjarnegara kritis air bersih

11 desa kekeringan, PMI Banjarnegara salurkan air bersih

PMI Banjarnegara menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan. (HO PMI Kabupaten Banjarnegara)

Banjarnegara (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara sepanjang Agustus 2019 menyalurkan bantuan air bersih ke 11 desa di 10 kecamatan yang menghadapi dampak kekeringan di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurut Humas PMI Banjarnegara M Alwan Rifai di Banjarnegara, Senin, kekeringan meliputi Kecamatan Pagedongan, Punggelan, Banjarnegara, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Klampok, Susukan, Madukara, dan Susukan.

"Kecamatan yang terbanyak mendapatkan intervensi adalah Pagedongan," katanya.

Baca juga: PMI Banjarnegara siagakan dua unit ambulans pada arus mudik

Ia mengatakan, PMI Banjarnegara akan menyalurkan bantuan air bersih ke daerah-daerah yang menghadapi kekeringan sampai akhir September sebagaimana arahan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Banjarnegara tentang Tanggap Darurat Kekeringan di Banjarnegara.

Ketua PMI Banjarnegara Setiawan mengatakan bahwa PMI berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam menyalurkan bantuan air bersih.

"Distribusi air juga dilakukan sesuai dengan jadwal serta permintaan dari desa terdampak kekeringan," katanya.

Sejak awal upaya penanggulangan dampak kekeringan yang terjadi selama musim kemarau, menurut dia, PMI Banjarnegara secara keseluruhan telah menyalurkan bantuan 265.000 liter air bersih ke wilayah yang menghadapi kekeringan dan krisis air bersih.

Baca juga: PMI Banjarnegara siagakan 60 relawan selama musim hujan
"Hingga hari ini jumlah permintaan dari masyarakat terus meningkat, tidak jarang relawan bertugas di lapangan hingga malam hari untuk melayani distribusi air bersih," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kabupaten Banjarnegara memasuki awal musim hujan pada Oktober 2019.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi, pada akhir September 2019 sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara akan memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Dia mengimbau warga mewaspadai kemungkinan adanya anomali cuaca selama masa peralihan musim.

Baca juga: Cegah penyakit, PMI Banjarnegara sosialisasikan pentingnya cuci tangan
 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar