
Phylosopicture ikut meriahkan Lawang Sewu Short Film Festival

Semarang (ANTARA) - Komunitas film KPI FDK UIN Walisongo Phylosopicture ikut memeriahkan Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) di Aula Balai Kota Semarang Selasa (23/9), yang juga menjadi wadah bagi para sineas, penggiat film, dan masyarakat umum untuk berkumpul, belajar, dan berdiskusi.
Salah satu agenda utama dalam Lawang Talks adalah sesi pemutaran film pendek yang menampilkan karya-karya terpilih dan inspiratif. Pada kesempatan ini, ada dua film pendek berhasil memukau para penonton yang hadir. “Salim & His Noodle Family”, disutradarai oleh Ardian Parasto, dan “Bersepeda ke Bulan”, disutradarai oleh Tries Supardi.
Kedua film tersebut menyajikan cerita yang kuat dengan pendekatan visual yang unik, memberikan pengalaman sinematik yang mendalam bagi para audiens.

Setelah pemutaran, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif untuk kedua film tersebut. Sesi ini memberikan kesempatan bagi para penonton, termasuk perwakilan dari Phylosopicture, untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat film, mengupas proses kreatif, cerita di balik layar, serta pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka. Diskusi berjalan dengan hangat dan antusias, menunjukkan tingginya minat audiens terhadap dunia perfilman.
“Acara seperti Lawang Talks ini sangat penting bagi ekosistem perfilman, khususnya di Semarang. Bisa menonton karya-karya berkualitas dan langsung berdiskusi dengan sutradaranya memberikan kami banyak sekali wawasan baru dan inspirasi untuk proyek-proyek kami ke depan. Kami sangat mengapresiasi Lawang Sewu Short Film Festival yang telah memfasilitasi ruang pertemuan yang berharga ini.” ujar peserta Lawang Talks
Kehadiran Phylosopicture dalam acara ini merupakan bentuk dukungan aktif terhadap perkembangan industri film lokal serta komitmen untuk terus belajar dan terhubung dengan sesama penggiat film di Indonesia.
Pewarta: Rilis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
