Mau sukses jadi pengusaha, motivator: Jangan habiskan waktu untuk pacaran

id pola pikir menjadi pns, perlu direvolusi

Mau sukses jadi pengusaha, motivator: Jangan habiskan waktu untuk pacaran

Sekitar 1.300 pelajar dan mahasiswa di Temanggung mengikuti seminar motivasi nasional Characther Building dengan tema "How To Be Young Entrepreneur And World Class Leader" dengan pembicara motivator muda Syafii Efendi. (Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Pola pikir menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang dicita-citakan sebagain besar kaum muda harus direvolusi dari bawah, kata motivator muda Syafii Efendi.

"Baru-baru ini gaji PNS naik lima persen, APBN sudah berat untuk menggaji PNS‎. Selama ini banyak kaum muda ingin jadi PNS, mindset ini harus direvolusi dari akar bawah," katanya di Temanggung, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara pada seminar motivasi nasional Characther Building dengan tema "How To Be Young Entrepreneur and World Class Leader" di Gedung Narwastu Temanggung.

Syafii menuturkan ketika nanti lulus kuliah pola pikirnya bukan lagi ingin jadi PNS, tetapi jadi pengusaha yang bisa menciptakan dan menyerap banyak tenaga kerja.

Pada kesempatan tersebut dia memberikan tips sukses berwirausaha di usia muda. Satu di antaranya yang penting adalah jangan habiskan waktu muda untuk pacaran, melainkan membangun skill leadership dan networking.

"Jangan pacaran, tidak ada sejarahnya orang sukses itu menghabiskan waktunya hanya untuk pacaran," katanya.

Menurut dia, sejak dini kawula muda harus mulai mengasah leadership. Saat ini secara nasional leadership kawula muda Indonesia lemah karena tidak diajarkan untuk memimpin dan belajar arti dari sebuah peradaban.

Menurut dia, untuk sukses dalam berbisnis dan wirausaha harus punya leadership yang kuat. Enterpreneurship tidak akan berjalan baik tanpa leadership yang mumpuni.

"Kalau mau kaya, perbaiki dulu kepemimpinannya nanti yang lain akan mengikuti, itu otomatis," katanya.

‎Selain itu, katanya, networking juga berperan penting dalam enterpreneurship. Selama ini ada pola pikir yang salah, bahwa berbisnis itu harus punya modal besar.

"Itu mindset salah, networking akan menekan modal hingga sangat minimal. Anak muda kalau diajak ngomong bisnis selalu ngomong terkendala modal, dikasih modal pun kalau tidak mampu maka modalnya habis," katanya.

‎Ketua panitia seminar Slamet Muridan mengatakan acara ini terselenggara atas kerja sama organisasi kepemudaan Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) Jateng bersama BEM Akpers Ngesti Waluyo Temanggung.

Menurut dia seminar motivasi nasional ini diikuti oleh sekitar 1.300 peserta dari siswa SMA/MA/SMK dan mahasiswa di Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan pada 2030-an Indonesia punya bonus demografi, di mana penduduk akan didominasi oleh usia produktif.

Ia menuturkan untuk menyongsong bonus demografi tersebut kaum muda harus mengubah mindsetnya dari ingin jadi pekerja menjadi‎ ingin berwirausaha sejak dini. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar