Tipu TKW, Supriyadi mendekam di tahanan Polres Temanggung

id penipu tkw

Tipu TKW, Supriyadi mendekam di tahanan Polres Temanggung

Seorang penipu TKW, Supriyadi, warga Kendal ditahan di Polres Temanggung. (Foto: Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menahan Supriyadi (39) warga Dusun Tlangu, Desa Sukorejo, Sukorejo Kabupaten Kendal, karena menipu tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia sehingga korban merugi puluhan juta rupiah. 

Kasubbag Humas Polres Temanggung, AKP Heny Widiyanti di Temanggung, Selasa, mengatakan pelaku yang kini telah mendekam di tahanan Polres Temanggung tersebut mengaku telah menipu tiga orang TKW dengan modus akan dinikahi.

"Modus yang digunakan tersangka yakni berjanji akan menikahi korban, bahkan para korban juga sempat diajak berhubungan badan," katanya.

Ia menuturkan kejadian tersebut berawal dari pertemanan tersangka dengan korban yang berinisial R warga Desa Menggoro. Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, melalui media sosial Facebook.

"Dalam pertemanan tersebut tersangka menjalin kedekatan dengan korban dan sempat meminjam uang korban untuk membeli sepeda motor sebesar Rp35 juta," katanya.

Ia mengatakan usai meminjami uang kepada tersangka, korban pergi ke Taiwan untuk bekerja mejadi seorang TKW.

"Saat di Taiwan, tersangka juga meminta uang kepada korban dengan alasan akan digunakan untuk membuka usaha. Namun, ternyata uang tersebut digunakan untuk membayar utang oleh tersangka," katanya.

Mengetahui ditipu, katanya korban segera melaporkan masalah tersebut ke Polsek Tembarak. Berdasarkan hasil pemeriksaan korban telah meminjamkan uang sebesar Rp150 juta kepada tersangka.

Henny mengatakan akibat perbuatannya tersebut, tersangka diancam dengan pasal 378 jo 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara. 

Selain menipu R, tersangka juga telah menipu TKW asal Kabupaten Wonosobo yang bernama Siti Masruroh dan Nani Mariyani seorang TKW asal Jakarta.

"Mereka berdua juga saya janjikan akan saya nikahi," kata Supriyadi.

Kepada korban Nani tersangka juga sempat meminjam uang sebesar Rp22 juta, sedangkan kepada Siti Masruroh tersangka hanya melakukan hubungan badan.

"Kalau sama Nani saya hanya meminjam uang, belum pernah ketemu sama sekali," kata ayah  tiga anak ini. 
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar