"RPH dulu hanya merupakan perusahaan jasa, sekarang akan mengembangkan bisnis juga agar dapat memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi untuk pemerintah," kata Direktur RPH dan BHP Penggaron Kota Semarang Imam Sudibyo seusai rapat kerja dengan Komisi B DPRD setempat di Semarang, Selasa.
Imam mengatakan dari bisnis budi daya sapi dan pupuk organik tersebut, saat ini yang sudah mulai berjalan produksi pupuk organik yang sudah memasuki tahap uji coba untuk mendapatkan sertifikat.
Sementara untuk budi daya sapi, lanjut Imam, baru tersedia kandang tetapi sudah dimanfaatkan para jagal.
Menurutnya jika Pemkot Semarang sudah memiliki budi daya sapi, diharapkan dapat menyuplai daging sapi untuk mal, hotel, dan restoran yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
"Selama ini untuk daging sapi yang ada di mal disuplai dari Subang, Jabar, dan kami tidak dapat berbuat banyak. Untuk mendapatkan daging dari jagal harus cash, sementara kami tidak punya uang. Kalau kami punya bisnis dengan memiliki budidaya sapi sendiri, tentu kami bisa ikut menguasai pasar," katanya.
Imam menambahkan RPH Kota Semarang di tahun 2011 memberikan PAD ke pemerintah daerah sebesar Rp35 juta dan meningkat menjadi Rp40 juta di tahun 2012 atau melampaui target yang ditentukan yakni Rp39 juta.

