Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur: Jateng masih membutuhkan 1.372.000 unit hunian

Selasa, 13 Januari 2026 16:14 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat peletakan batu pertama kluster Sakalint Green Residential, salah satu kawasan Perumahan Grandia Metropolis, di daerah Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng.

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kebutuhan hunian di wilayah tersebut saat ini masih cukup besar, yakni mencapai sekitar 1.372.000 unit.

"Kebutuhan rumah kita masih sangat besar. Tapi yang kita dorong bukan hanya kuantitas, melainkan kualitas. Hunian harus representatif, berkelanjutan, dan sejalan dengan arah pembangunan lingkungan," katanya, di Semarang, Selasa.

Hal tersebut disampaikannya usai peletakan batu pertama kluster Sakalint Green Residential, salah satu kawasan Perumahan Grandia Metropolis, di daerah Ngaliyan, Kota Semarang.

Kluster tersebut merupakan kolaborasi BUMD PT Jateng Petro Energy (JPEN) dengan pengembang The Grandia Group, yang didukung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng.

Menurut dia, kebutuhan perumahan itu membuka peluang besar bagi pengembang untuk berinvestasi sekaligus berinovasi, khususnya dalam menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan ramah lingkungan.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng melalui BUMD, berkolaborasi dengan swasta untuk memperkuat ekosistem perumahan hijau di wilayah itu, sebagai komitmen untuk mewujudkan ekonomi hijau.

"Jawa Tengah ke depan harus menuju 'green economy'. Dan perumahan menjadi salah satu pintu masuk paling efektif, karena dimulai dari rumah, dari lingkungan permukiman," katanya.

Diakuinya, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam agenda transisi hijau Jateng.

Tidak hanya sebagai penyedia hunian, kata dia, tetapi juga sebagai titik awal perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan.

"Pengelolaan sampah akan jauh lebih efektif jika dimulai dari rumah. Karena itu, konsep perumahan hijau seperti ini menjadi sangat relevan," katanya.

Ia menilai kolaborasi antara pengembang swasta dan BUMD tersebut sebagai contoh konkret sinergi pembangunan daerah.

"Kami mendukung penuh terobosan seperti ini. Kolaborasi pengembang dengan BUMD adalah langkah penting agar kebijakan energi dan lingkungan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Bahkan, kata dia, Pemprov Jateng juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan di kawasan permukiman, termasuk penggunaan gas bumi dan panel surya.

"Jawa Tengah memiliki kapasitas industri besar dalam produksi panel surya, namun pemanfaatannya di tingkat lokal masih perlu dipercepat," katanya.




Baca juga: Banjarnegara percepat pembangunan huntara korban longsor di Desa Pandanarum



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026