"Saya minta pohon durian yang umurnya sudah tua dan tidak produktif bisa diganti jenis tanaman serupa yang unggul, dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan setempat bisa memberikan bimbingan kepada para petani," kata Bupati Karanganyar Rina Iriani SR ketika panen perdana buah durian lokal di Desa Peloso, Kecamatan Jumapolo, Rabu.
Ia mengatakan daerah yang berada di lereng Gunung Lawu dengan hawa yang sejuk ini cocok untuk dikembangkan tanaman durian. "Tapi sayang untuk musim panen durian tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. Hal ini salah satunya disebabkan karena pengaruh iklim yang kurang menguntungkan," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karanganyar Siti Maesaroh, mengatakan untuk musim panen durian sekarang ini memang tidak banyak seperti tahun lalu. Hal ini salah satunya disebabkan karena ketika durian pada musim bunga terlalu banyak mendapat sinar matahari, akibatnya banyak yang tidak bisa jadi buah durian.
Ia mengatakan untuk di daerah Kabupaten Karanganyar sampai saat ini ada sekitar 190 ribu pohon durian yang hampir semuanya telah produksi atau berbuah."Produksi buah durian pada musim panen tahun 2012 bisa mencapai sekitar 220 ribu ton dalam satu tahunnya, tetapi sekarang ini menurun tinggal sekitar 60 ribu sampai 70 ribu ton saja."
Dikatakan untuk durian di Karanganyar ini jenisnya sebagian besar masih durian lokal seperti durian gandul, sukun, petruk, dan lain-lain. "Khusus di Kecamatan Jumapolo ini sedikitnya ada 15 ribu pohon durian yang telah produksi".
Menyinggung pengembangan durian dengan bibit unggul, Siti mengatakan pihaknya beserta dengan masyarakat juga telah mengembangkan durian montong di daerah Mojogedanmg. "Masyarakat di Mojogedang juga sudah mencoba di lahannya masing-masing menanam durian montong , tetapi sekarang ini masih belum panen dan diperkirakan pada bulan Mei baru panen," katanya.
"Setelah berhasil menanam durian montong di Mojogedang, kami juga akan mengembangkan di daerah lain seperti di Jumapolo, Matesih," katanya.

