Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meluncurkan aplikasi "Kudus Sehat" yang di dalamnya terdapat berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, untuk keterbukaan publik.
Peluncuran aplikasi "Kudus Sehat" bersamaan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu.
"Aplikasi Kudus Sehat ini merupakan inovasi yang dihadirkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.
Melalui aplikasi tersebut, kata dia, masyarakat bisa melihat tayangan kamera pemantau atau CCTV (closed circuit television) secara real time, memantau langsung proses MBG, serta memperoleh informasi harga kebutuhan pokok.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kudus Satria Agus Himawan menambahkan peluncuran kembali aplikasi ini dilakukan karena adanya sejumlah pembaruan penting.
Pembaruan itu diantaranya ada perubahan logo "Kudus Sehat", kemudian terdapat penambahan daftar dan lokasi dapur SPPG serta fitur live CCTV dari ruang penyajian SPPG.
"Nantinya, kami berharap seluruh SPPG dapat dipantau secara real time melalui aplikasi tersebut," ujarnya.
Inovasi tersebut, menurut dia, menjadi langkah strategis Pemkab Kudus dalam menghadirkan sistem pengawasan yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Melalui fitur pemantauan proses persiapan MBG secara real time, masyarakat kini dapat melihat langsung kualitas layanan gizi yang diberikan pemerintah.
"Pemantauan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu penyajian makanan, menekan potensi ketidaksesuaian, serta memastikan bahwa program gizi berjalan tepat sasaran," ujarnya.
Dengan penguatan teknologi informasi dan keterbukaan layanan ini, dia berharap, Pemkab Kudus bisa menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Seluruh upaya ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam mewujudkan Kudus Sehat (sejahtera, harmoni, dan takwa)," ujarnya.
Baca juga: Mendikdasmen mendorong integrasi pendidikan agama dengan sains-teknologi

