Kudus (ANTARA) - Peminat Audisi Umum PB Djarum 2025 tetap tinggi dengan 1.729 peserta ambil bagian dalam ajang pencarian bakat pebulu tangkis muda yang resmi dibuka di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin, dengan Jawa Tengah mendominasi peserta, yaitu 1.088 atlet.
"Jumlah peserta audisi yang mencapai 1.729 pendaftar itu, berasal dari berbagai daerah di tanah air," kata Manajer Tim PB Djarum sekaligus Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra Fung Permadi di sela-sela Audisi Umum PB Djarum 2024 di GOR Djarum Jati, Kudus.
Para peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia. Selain Jawa Tengah, peserta juga berasal dari Sumatera sebanyak 44 peserta, Kalimantan sebanyak 50 peserta, Papua sebanyak 11 peserta, Bali sebanyak 15 peserta, Sulawesi sebanyak 47 peserta, Jawa Barat sebanyak 180 peserta, dan daerah lainnya.
Sejak kembali digelar setelah pandemi pada 2022, audisi umum ini terus menyedot animo besar. Tahun 2022 diikuti 1.742 peserta, lalu 1.529 peserta pada 2023, dan melonjak menjadi 1.966 peserta di 2024. Tahun ini, PB Djarum menambah kategori usia dari yang sebelumnya hanya dua menjadi tiga, dengan tujuan agar para peserta bertanding melawan lawan seusia sekaligus memperkuat regenerasi atlet bulutangkis Indonesia.
"PB Djarum berupaya agar setiap tahun kelahiran punya pemain pelapis yang berpotensi menjadi pemain dunia," ujarnya.
Audisi yang berlangsung pada 8–12 September 2025 ini terbuka untuk tiga kategori usia, yakni U-11, KU 11, dan KU 12, baik putra maupun putri.
Proses seleksi dimulai dari fase screening dengan sistem gugur satu game hingga 21 poin tanpa deuce. Pemenang akan lanjut ke tahap turnamen. Untuk putra, Super Tiket diberikan kepada semifinalis, sedangkan di sektor putri Super Tiket diberikan kepada para finalis. Peraih tiket emas akan masuk tahap karantina selama empat minggu (13 September–11 Oktober 2025) yang disertai dua kali eliminasi. Peserta yang lolos hingga akhir akan memperoleh Djarum Beasiswa Bulutangkis dan kesempatan bergabung bersama PB Djarum.
Audisi tahun ini melibatkan para legenda bulu tangkis Indonesia sebagai tim pencari bakat, di antaranya Sigit Budiarto, Yuni Kartika, Hendrawan, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Vita Marissa, Richard Mainaky, Maria Kristin, Gloria Emanuelle Widjaja, hingga Lius Pongoh.
Dengan dukungan sederet legenda dan animo peserta dari seluruh penjuru negeri, Audisi Umum PB Djarum 2025 diharapkan mampu kembali melahirkan bibit unggul yang kelak menjadi kebanggaan Indonesia di kancah bulutangkis dunia.
Richard Mainaky, legenda bulu tangkis sekaligus anggota tim pencari bakat PB Djarum menilai antusiasme peserta dari tahun ke tahun semakin tinggi, bahkan datang dari daerah-daerah jauh.
"Peserta kini makin melebar, tidak hanya dari Jawa, tapi juga dari daerah lain seperti Minahasa yang membawa 9–12 orang. Artinya, minat bulu tangkis sudah semakin meluas ke seluruh Indonesia," ujarnya.
Meski jumlah peserta ribuan, Richard mengingatkan tantangan terbesar justru ada setelah audisi. Karena pukulan, langkah, footwork hampir sama semua, sedangkan pekerjaan rumah hadir justru setelah mereka lolos audisi dan karantina.
Menurut Richard aspek utama yang dinilai tim pencari bakat tidak hanya teknik, tetapi juga daya juang serta attitude karena paling dominan. Banyak atlet gagal di Pelatnas bukan karena teknik, tetapi karena sikap yang jelek, kurang disiplin.
Baca juga: Bupati: Kementerian PU setujui usulan rehab Stadion Kudus standar FIFA

