Aturan investasi ramah, Aquafarm Nusantara tingkatkan ekspor tilapia

id ikan tilapia

Aturan investasi ramah, Aquafarm Nusantara tingkatkan ekspor tilapia

Sejumlah karyawan PT Aquafarm Nusantara sedang menyortir potongan ikan tilapia atau ikan nila. ANTARA/Wisnu Adhi

Selain ikan tilapia, ada produk perikanan Jateng yang juga diekspor ke luar negeri yaitu daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang putih, dan udang vaname
Semarang (ANTARA) - PT Aquafarm Nusantara, yang merupakan salah satu perusahaan dari penanaman modal asing di Indonesia, terus berupaya meningkatkan volume ekspor ikan tilapia atau ikan nila secara efisien ke sejumlah negara tujuan.

"Kami terus mencari cara untuk meningkatkan produksi secara efisien dan pada 2019 kami telah mengekspor 1.600 ton produk berupa naturally better tilapia ke Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Kanada, serta juga melakukan penjualan di dalam negeri sebanyak 3.381 ton," kata Presiden Komisaris PT Aquafarm Nusantara Sammy Hamzah di Semarang, Jumat.

Sebagai perusahaan penanaman modal asing dari Swiss dan dimiliki oleh Grup Regal Sprins, PT Aquafarm Nusantara memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan bimbingan terhadap upaya meningkatkan volume ekspor ikan tilapia.

Sammy menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menerbitkan peraturan yang lebih ramah terhadap investasi dan dunia usaha di berbagai bidang.

"Kami yakin bisa menumbuhkan usaha kami dan meningkatkan kontribusi ekonomi kami bagi pemerintah dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Ikan Hias Berpotensi Jadi Komoditas Ekspor

Presiden Direktur PT Aquafarm Nusantara Juan Carlos menambahkan bahwa pihaknya memiliki tempat budi daya ikan tilapia di Wadas Lintang, Wonogiri, Kedung Ombo, dan Wunut, Kabupaten Klaten, serta pabrik pengolahan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dengan jumlah karyawan 750 orang.

Ia uga menjelaskan bahwa PT Aquafarm Nusantara adalah perusahaan budi daya dan pengolahan perikanan bertanggung jawab yang berkantor pusat di Medan dengan produk tunggal berupa "naturally better tilapia dengan kualitas tinggi yang diproduksi untuk pasar dalam negeri dan ekspor.

"Ikan tilapia yang kami ekspor telah memenuhi serangkaian sertifikasi dam disukai orang-orang Eropa karena rendah lemak, serta kandungan omega 3 tinggi," katanya.

Hal tersebut disampaikan di sela acara Ekspor Raya Hasil Perikanan Jawa Tengah 2019 di Kantor Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Semarang.

Kepala BKIPM Kota Semarang Raden Gatot Perdana menambahkan ikan tilapia yang dibudidaya dan diolah PT Aquafarm Nusantara masuk peringkat enam besar produk ekspor perikanan Jateng 2019 dengan nilai ekspor Rp103 miliar.

"Selain ikan tilapia, ada produk perikanan Jateng yang juga diekspor ke luar negeri yaitu daging rajungan, surimi, cumi-cumi, udang putih, dan udang vaname," ujar dia.

Baca juga: Ekspor Ikan Tuna Cilacap Anjlok 70 Persen
Baca juga: Menteri: Ekspor Ikan Masih Kalah Negara Tetangga
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar