Polres Boyolali pantau kebakaran Merbabu

id kebakaran Merbabu,kebakaran Gunung Merbabu

Polres Boyolali pantau kebakaran Merbabu

Kobaran api membakar hutan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu terlihat dari Desa Tarubatang, Selo, Boyolali, Jateng, Jumat malam. (Foto:Mohamad Ayudha (Antara foto))

Boyolali (ANTARA) - Polres Boyolali menurunkan puluhan personel bergabung dengan anggota TNI dan relawan untuk melakukan pemantauan di lokasi kebakaran di puncak Gunung Merbabu, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jateng, Jumat petang.

Puluhan personel anggota Polres Boyolali yang dipimpin langsung Kepala Polres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro dan Waka Polres Kompol Donny Eko L . langsung mendekati lokasi kebakaran di Posko 3 wilayah Selo bergabung dengan para relawan.

Menurut Kapolres Boyolali Kusumo Wayu Bintoro peristiwa kebakaran di lereng Merbabu berawal wilayah Magelanng pada Rabu (11/9) malam, dan meluas hingga Jumat pagi sudah memasuki wilayah Kecamatan Selo Boyolali.

Baca juga: Kebakaran hutan di Gunung Merbabu meluas

"Kami menurun sebanyak 82 personel bergabung dengan TNI, SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), elemen masyarakat serta para relawan mencoba naik ke lokasi mendekati kebakaran. Api sudah merambat cukup jauh di sekitar basecamp 3 jalur pendakian Selo," katanya.

Menurut Kapolres pihaknya bisa melihat jelas di lokasi kebakaran dari Pos 2. Bagaiman kebakaran dan kemudian berupaya untuk melakukan penecegahan supaya api tidak menjalar ke tempat ini.

Pihaknya mendapat informasi kebakaran hutan di wilayah Selo Boyolali sudah mencapai sekitar 42,6 hektare, jika ditambah di wilayah Magelang kemungkina bisa ratusan hektare.

"Kami juga terkendala oleh medan yang sulit dan waktu mulai malam, kemudian pasukan turun kembali ke Posko di Polsek Selo. Kami juga membuka Posko di Polsek Selo untuk para relawan yang membantu memadamkan api," kata Kapolres.

Menurut Kapolres kondisi api sekarang masih belkum bisa dipadamkan di wilayah kebakaran. Pihaknya juga masih melakukan koordinasi BPBD Boyolali, dan Badan SAR rencana dilakukan pemadaman dari udara water booming dari Jakarta.

"Kami memang kendalanya medan sulit dari bawah ke lokasi Pos 2 saja membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam berjalan kaki," katanya.

Baca juga: Jalur pendakian Merbabu ditutup akibat kebakaran
Baca juga: Lereng Merbabu kembali terbakar, merambat ke puncak
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar